PT Galang Bumi Industri (GBI), pengelola Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy & Smart Eco-Industrial Park (GESEIP) di Galang, Batam, resmi menjalin kemitraan strategis dengan sejumlah perusahaan terkemuka asal Amerika Serikat, yakni Essence Global Group dan Tynergy Technology Corporation USA.
Kesepakatan bisnis ini ditandatangani dalam rangkaian kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Amerika Serikat, dan disaksikan langsung oleh beliau.
Kerja sama yang bersifat teknologis ini mencakup tiga perjanjian utama. Untuk pengembangan industri semikonduktor, perjanjian ditandatangani oleh Presiden Direktur GBI, Ahmad Maaruf Maulana, bersama Presiden Direktur Essence Global Group, Chester Coleman. Sementara itu, kemitraan dengan Tynergy Technology Group diteken oleh Direktur GBI, Kadafi Yahya Muhamad, dan Presiden Direktur Tynergy, Yan Purba.
Direktur GBI Kadafi Yahya menegaskan bahwa investasi asal Amerika Serikat tersebut akan ditopang oleh kesiapan kawasan, dukungan infrastruktur, serta kemudahan perizinan guna memastikan percepatan implementasi proyek. Menurutnya, langkah ini menjadi momentum penting untuk menjadikan Galang sebagai simpul baru industri semikonduktor dan energi terbarukan di kawasan Asia Tenggara.
GBI juga menandatangani perjanjian kerja sama zona perdagangan bebas lintas negara dengan Solanna Group LLC, yang diwakili oleh Direktur GBI Tjaw Hioeng dan Presiden Solanna Group David Fordon.
Melalui Tynergy Group of Companies, pengembangan ekosistem hilirisasi akan mencakup pemurnian kuarsa silika untuk industri kaca melalui PT Quantum Luminous Indonesia, serta pemurnian polysilicon melalui PT Essence Global Indonesia.
Ahmad Maaruf Maulana menjelaskan, apabila tahap awal berjalan lancar, akan terdapat tambahan investasi sebesar US$26,7 miliar atau sekitar Rp451,17 triliun untuk memproduksi ingot wafer, wafer slicing, hingga fabrikasi pelengkap dalam siklus produksi semikonduktor terintegrasi di Indonesia.
Perjanjian tersebut juga mencakup kerja sama investasi dan pengembangan infrastruktur manufaktur di Galang, perluasan proyek energi terbarukan, pengembangan tenaga kerja, serta riset dan pengembangan teknologi.
Tynergy Technology Corp pada tahap awal akan berinvestasi sebesar US$250 juta atau sekitar Rp4,2 triliun untuk pembangunan fasilitas manufaktur di Galang. Investasi ini diproyeksikan mampu menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja terampil.
Baca Juga: Amerika Serikat (AS) Mau Dongkrak Tarif Global Jadi 15%: Indonesia Masuk Radar
Selain itu, Tynergy Group akan membentuk PT Energy Tech Indonesia untuk membangun fasilitas penyimpanan energi berbasis sodium-ion dengan kapasitas hingga 150 MW energi berkelanjutan guna mendukung operasional kawasan industri.
Untuk mendukung transfer teknologi semikonduktor dan sel surya, akan dibangun kerja sama pengembangan antara dua zona ekonomi bebas, yakni PSN Wiraraja GESEIP di Galang dan Solanna Akimel 7 Technopark di kawasan metropolitan Phoenix, Arizona. Komitmen tersebut dituangkan dalam Pakta Persahabatan Zona Ekonomi Khusus Transnasional antara kedua kawasan.
Kolaborasi ini diyakini akan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan energi terbarukan, sekaligus mendukung pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan (AI) dan percepatan transisi energi berkelanjutan di kedua negara.





