Juventus Nyaris Cetak Sejarah, Ini 4 Comeback Liga Champions Paling Gila Sepanjang Masa

bisnis.com
1 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA - Andai Liga Champions masih memakai aturan lama, maka Juventus bisa masuk salah satu jajaran tim dengan 'comeback' paling dramatis sepanjang masa, sebab ketinggalan agregat lebih dari dua gol.

Sayangnya, realita di lapangan berbeda. Sebab, pada laga leg kedua play-off Liga Champions UEFA kontra Galatasaray dini hari tadi, Nyonya Tua harus menerima kenyataan pahit di babak waktu ekstra.

Sekadar pengingat, Juventus menjejak rumput markasnya, Allianz Stadium, Turin dengan status ketinggalan agregat 2–5 dari Galatasaray.

Kalau masih menggunakan aturan lawas, kemenangan 3–0 setelah peluit 90 menit akan langsung meloloskan Bianconeri ke babak selanjutnya, sebab Manuel Locatelli cs unggul jumlah gol tandang, walaupun agregat imbang 5–5.

Pasukan Luciano Spalletti pun bisa melaju ke babak 16 besar dengan begitu dramatis. Terlebih, mereka berjuang dengan 10 pemain saja pada babak kedua.

Tapi apa boleh dikata, seiring dihapusnya aturan gol tandang, pertandingan dilanjutkan dengan babak penghabisan. Masih ada dua kali 15 menit waktu ekstra.

Baca Juga

  • Galatasaray Hajar Juventus 5-2, Ini Cara Osimhen Cs Kurung Pasukan Spalletti
  • Prediksi Skor Juventus vs Galatasaray: Head to Head, Susunan Pemain
  • Hasil Playoff Liga Champions: Juventus Dipermak Galatasaray, Real Madrid dan PSG Menang

Striker Galatasaray Victor Osimhen dan pemain sayap Baris Yilmaz pun menjadi mimpi buruk. Masing-masing mencetak gol apik, seraya memastikan kemenangan tim tamu dengan agregat akhir 5–7.

Namun, andai tak ada waktu ekstra, Juventus akan menyusul jajaran empat tim elite yang bisa melakukan comeback paling gila sepanjang sejarah Piala Para Raja. 

Sebagai pengingat, berikut aksi comeback legendaris beberapa klub di Liga Champions yang sebelumnya ketinggalan agregat lebih dari dua gol:

- Deportivo La Coruna vs AC Milan, perempat final 2003/04

Keajaiban bisa terjadi kapan saja, bahkan walaupun itu sangat rasional. Pelatih Deportivo La Coruna kala itu, Javier Irureta masih menyimpan harapan untuk bisa comeback, kendati sudah keok 4–1 di kandang AC Milan, San Siro.

Benar saja, Deportivo sudah bisa membalas 3–0 pada babak pertama leg kedua di markasnya kala itu, Estadio Razor.

Pasukan bertabur bintang Rossoneri macam Kaka, Shevchenko dan Rui Costa cs pun harus tertunduk lesu, sebab giliran super-sub sayap kiri Deportivo, Fran menjebol gawang Dida pada menit ke-76.

Agregat akhir pun menjadi 5–4 dan Deportivo resmi melenggang ke semi final.

- Barcelona vs PSG, babak 16 besar 2016/17 

Blaugrana mencatatkan sejarah sebagai satu-satunya tim yang bisa comeback di Liga Champions setelah tertinggal agregat empat gol.

Pada leg pertama, Paris Saint-Germain (PSG) menang 4–0 di Parc des Princes berkat gol Di Maria, Draxler, dan Cavani.

Namun, trio Lionel Messi, Luiz Suarez, dan Neymar membalas dengan totalitas tanpa batas, menghujani gawang PSG tanpa ampun, hingga skor berakhir 6–1. 

- AS Roma vs Barcelona, perempat final 2017/18

Duet Messi dan Luiz Suarez di lini depan Barcelona menjadi mimpi buruk buat pasukan AS Roma era Eusebio Di Francesco kala bertandang ke Camp Nou. Daniele De Rossi cs ketinggalan agregat 4–1.

Namun, giliran leg kedua di Stadion Olimpiade Roma, gol cepat Edin Dzeko pada menit ke-6 memberikan harapan besar buat I Lupi. Terlebih, banyak peluang emas buat mereka di babak pertama.

Lantas, pada babak kedua, Daniele De Rossi berhasil mengeksekusi penalti tepat sebelum menit ke-60, disusul tandukan Kostas Manolas jelang delapan menit sebelum pertandingan berakhir. 

Kejutan yang terjadi rasanya seperti mimpi. Tak heran, Blaugrana sebagai rim unggulan justru gagal lolos setelah unggul agregat tiga gol. 

- Liverpool vs Barcelona, semifinal 2018/19

Kala itu, Barcelona unggul 3–0 ketika menghadapi pasukan Mo Salah cs di Camp Nou, berkat gol Messi dan Suarez

Namun, pasukan Liverpool era Jurgen Klopp bangkit di Anfield, terutama berkat taktik pressing ekstrem di semua sisi lapangan alias gegenpressing.

The Reds pun menang 4–0 di kandang, dihiasi salah satu gol ikonik Liga Champions, yakni sepakan kejutan Divock Origi dari tipuan sepak pojok cepat Trent Alexander-Arnold. 

Nasib Liverpool semakin manis musim itu, lewat berhasil meraih trofi kuping besar keenamnya dengan sukses mengalahkan Tottenham Hotspur di partai final.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Israel Bertanggung Jawab atas Dua Pertiga dari 129 Kematian Jurnalis pada 2025
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
CIA Berusaha Rekrut Warga Iran Jadi Informan di Tengah Ancaman Serangan AS
• 1 jam lalukompas.tv
thumb
Bappenas: Percepatan pembangunan infrastruktur di Papua jadi prioritas
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Konten Helm Mengantar Teror bagi Petugas Damkar di Depok...
• 16 jam lalukompas.com
thumb
Ini Langkah Mudah Cek Status Penyaluran Dana BOS 2026 Secara Online
• 3 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.