Fosil 90 Juta Tahun Isi Celah Evolusi Dinosaurus Pemakan Semut

mediaindonesia.com
18 jam lalu
Cover Berita

PENEMUAN fosil berusia 90 juta tahun di Amerika Selatan membuka bab yang selama ini hilang dalam sejarah evolusi dinosaurus pemakan serangga. Temuan ini berasal dari situs La Buitrera di wilayah Patagonia, Argentina, dan langsung menarik perhatian komunitas paleontologi internasional.

Fosil tersebut berupa kerangka yang relatif utuh dari dinosaurus kecil kelompok alvarezsaurid. Kelompok ini dikenal sebagai theropoda berukuran mungil dengan lengan sangat pendek dan satu cakar besar yang diduga dipakai untuk menggali sarang semut dan rayap. Namun, sebelum penemuan ini, para ilmuwan hanya memiliki potongan tulang terpisah yang membuat jalur evolusinya sulit dipetakan secara jelas.

Tidak Langsung Jadi Spesialis

Yang membuat fosil ini penting adalah bentuk anatominya. Spesimen dari La Buitrera menunjukkan bahwa anggota awal kelompok ini belum memiliki adaptasi ekstrem seperti kerabatnya yang lebih muda.

Baca juga : Peneliti Temukan Fungsi Rahasia Hidung Triceratops sebagai “AC Alami”

Lengan mereka masih relatif lebih panjang, dan giginya lebih berkembang. Artinya, mereka kemungkinan belum sepenuhnya terspesialisasi sebagai pemakan semut. Ini mengubah asumsi lama bahwa alvarezsaurid sejak awal sudah menjadi spesialis penggali.

Dilansir dari Discover Magazine, proses evolusi kelompok ini tampaknya terjadi bertahap. Mereka lebih dulu mengalami miniaturisasi tubuh, lalu kemudian berevolusi menjadi bentuk dengan lengan super pendek dan cakar besar yang efisien untuk membongkar sarang serangga.

Evolusi Itu Tidak Instan

Penemuan ini memperjelas pola evolusi diet dan morfologi dalam garis keturunan theropoda kecil. Evolusi tidak selalu langsung menghasilkan bentuk yang sangat terspesialisasi. Dalam kasus ini, dinosaurus tersebut tampaknya melewati fase umum sebelum akhirnya menjadi ahli pemburu serangga.

Baca juga : Ini Daftar Hewan yang Selamat saat Dinonaurus Punah

Secara ilmiah, ini penting karena membantu mengisi celah data dari periode Kapur Tengah, sekitar 90 juta tahun lalu. Celah tersebut selama ini menyulitkan peneliti memahami bagaimana tekanan lingkungan dan perubahan ekosistem mendorong munculnya adaptasi ekstrem.

Dengan fosil yang lebih lengkap, para paleontolog kini memiliki bukti konkret bahwa transformasi menuju dinosaurus pemakan semut tidak terjadi dalam satu lompatan besar. Ada tahapan transisi yang nyata, dan fosil inilah salah satu bukti kuncinya.

Penemuan ini menunjukkan bahwa setiap kerangka yang terangkat dari tanah bisa mengubah peta besar evolusi.

Sumber: Discover Magazine, Phys.org


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Paparkan Strategi Pencegahan Korupsi di Ramadhan Leadership Camp Sulsel
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
KPK Tetapkan dan Tangkap Satu Tersangka Baru Kasus Dugaan Suap Ditjen Bea Cukai
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Transformasi Ajaib Tubuh Anda Selama 30 Hari Berpuasa?
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Ibas Tinjau SPPG di Ngawi, Pastikan Pemenuhan Gizi Optimal Saat Ramadan
• 8 jam laludetik.com
thumb
Koko Erwin digiring ke Bareskrim Polri usai ditangkap di Sumut
• 5 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.