AS Beri Hibah Rp41,75 Miliar ke IKN, Perkuat Perencanaan Smart City

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandatangani kontrak kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk asistensi teknis solusi Smart City.

AS Beri Hibah Rp41,75 Miliar ke IKN, Perkuat Perencanaan Smart City. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menandatangani kontrak kerja sama dengan Pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk asistensi teknis solusi Smart City. Pemerintah AS menghibahkan USD2,49 juta atau setara Rp41,75 miliar ke IKN untuk perencanaan smart city.

Proyek ini didukung melalui hibah dari U.S. Trade and Development Agency (USTDA), lembaga independen Pemerintah Amerika Serikat yang bertujuan mendorong pembangunan ekonomi di negara berkembang sekaligus memperkuat kemitraan perdagangan dan investasi. 

Baca Juga:
5 Tips Mengajarkan dan Melatih Anak untuk Ikut Puasa Ramadan, Begini Triknya

Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono mengatakan dukungan hibah ini mencerminkan kepercayaan internasional terhadap visi pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai kota masa depan berbasis teknologi dan keberlanjutan.

Asistensi teknis ini akan menghasilkan dokumen strategis dan teknis yang meliputi Smart City Enterprise Architecture, Procurement-Ready RFP Packages, Financial and Investment Model, ESG Compliant Framework (PESIA), Capacity Building Roadmap, serta Implementation Phasing Plan. Seluruh komponen tersebut dirancang untuk memastikan implementasi Smart City IKN berjalan terstruktur, transparan, serta selaras dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG).

Baca Juga:
Tiga Investor Baru Masuk, Mal hingga Fasilitas Olahraga Siap Berdiri di IKN

Basuki mengatakan proyek ini melibatkan konsorsium yang terdiri dari Eficens Systems Inc sebagai pelaksana teknis, bersama Frost & Sullivan (USA & Indonesia), ASECH Indonesia (Center of Excellence on Smart City), Mirekel, serta PT Searce Technologies Indonesia (Partner Google Cloud Platform).

"Visi kami jelas, Nusantara harus menjadi kota yang hijau, berkelanjutan, dan secara fundamental cerdas," ujar Basuki dalam pernyataan tertulis, Kamis (26/2/2026).

Baca Juga:
Saham KAQI Bergerak di Bidang Apa? Bengkel Spesialis, Ini Lini Bisnis dan Pemiliknya

Sementara itu, Anggota Dewan Frost & Sullivan Amerika sekaligus Project Director inisiatif ini, Subhranshu Sekhar Das, membagikan visi jangka panjangnya mengenai pengembangan kota kognitif.

"Nusantara memiliki peluang untuk menjadi lebih dari sekadar kota cerdas, Nusantara dapat berevolusi menjadi Cognitive City. Seiring transformasi industri pengetahuan global, kota-kota harus beralih dari infrastruktur digital yang statis menuju sistem kecerdasan yang adaptif," kata dia.

Melalui dukungan hibah USTDA dan kolaborasi lintas sektor ini, Otorita IKN menegaskan komitmennya untuk memastikan Nusantara tidak hanya dibangun secara fisik, tetapi juga dirancang dengan sistem digital yang matang, aman, dan berorientasi masa depan. 

Cetak biru yang dihasilkan diharapkan menjadi landasan implementasi Smart City yang konkret sekaligus model percontohan bagi pengembangan kota cerdas di Indonesia dan dunia.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hukum Ciuman Saat Puasa Ramadan, Boleh atau Bisa Batal? Ini Penjelasan Ulama
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
FIFA Series 2026 jadi Pembuktian Awal John Herdman Bersama Timnas Indonesia: Bakal Start dengan Indah?
• 20 jam lalubola.com
thumb
Cinema XXI (CNMA) Siap Bagikan Saham Treasuri, Rasio 50:1
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Cuaca Buruk Dongkrak Harga Ikan di Bone, Warga Pilih Makan Tempe dan Telur
• 18 jam laluharianfajar
thumb
Resep Bakwan Sayur Krispi dan Sambal Kacang ala Chef Devina Hermawan untuk Buka Puasa
• 16 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.