Jakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas terbaik untuk melatih aparatur sipil negara (ASN) menjadi komponen cadangan (Komcad).
Kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, Rana mengatakan beberapa fasilitas yang disiapkan di antaranya barak, lapangan tempat latihan, ruang kelas, fasilitas kesehatan serta dapur lapangan.
Selain itu, Rana menyampaikan pihaknya juga menyiapkan pelatih, staf, petugas medis hingga personel terbaik dari Marinir untuk mendampingi proses latihan komcad.
"Kita juga telah lakukan penyusunan kurikulum dan jadwal latihan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta ASN (non-militer aktif), sehingga tetap proporsional dan aman," kata Rana.
"Kita juga sudah siapkan prosedur pengamanan dan keselamatan latihan, termasuk standar mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung," tambah dia.
Walau seluruh konsep latihan dan sarana yang digunakan merupakan standar dari Korps Marinir, Rana memastikan pihaknya akan tetap menyesuaikan pola pelatihan untuk para ASN.
"Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil," jelas Rana.
Ia berharap seluruh fasilitas dan materi pelajaran yang telah disediakan Korps Marinir dapat mendukung proses pelatihan komcad ASN sehingga dapat berjalan dengan maksimal.
Sebelumnya, Kementerian Pertahan menyebut 2.000 ASN yang akan mengikuti pelatihan sebagai komponen cadangan (komcad) akan dilatih di lima lokasi pelatihan TNI.
"Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain di Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (26/2).
Rico mengatakan para ASN akan dilatih tentang dasar-dasar pelatihan kemiliteran baik secara praktik maupun materi.
Proses pelatihan gelombang tersebut, lanjut Rico, akan dimulai sejak April 2026 dan berjalan berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan.
Rico melanjutkan Kemhan sendiri memberikan kuota sebanyak 4.000 orang untuk seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan ASN-nya mengikuti pelatihan menjalani komcad.
Pelatihan gelombang pertama direncanakan sebanyak 2.000 ASN dan gelombang ke dua dengan jumlah yang sama akan digelar pada pertengahan 2026.
Per hari Kamis, tercatat ada 987 ASN yang sudah terdaftar untuk mengikuti pelatihan sebagai komcad gelombang pertama.
Dia mengatakan angka tersebut kemungkinan akan bertambah menjelang pelatihan gelombang pertama pada April 2026.
Dia mengharapkan dengan adanya pelatihan ini, seluruh ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Baca juga: Marinir kerahkan personel jaga batas wilayah Indonesia - Singapura
Baca juga: Menhan beri semangat kepada keluarga prajurit yang gugur karena longsor
Baca juga: Marinir lakukan evaluasi pastikan lokasi latihan aman untuk prajurit
Kepada ANTARA di Jakarta, Jumat, Rana mengatakan beberapa fasilitas yang disiapkan di antaranya barak, lapangan tempat latihan, ruang kelas, fasilitas kesehatan serta dapur lapangan.
Selain itu, Rana menyampaikan pihaknya juga menyiapkan pelatih, staf, petugas medis hingga personel terbaik dari Marinir untuk mendampingi proses latihan komcad.
"Kita juga telah lakukan penyusunan kurikulum dan jadwal latihan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta ASN (non-militer aktif), sehingga tetap proporsional dan aman," kata Rana.
"Kita juga sudah siapkan prosedur pengamanan dan keselamatan latihan, termasuk standar mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung," tambah dia.
Walau seluruh konsep latihan dan sarana yang digunakan merupakan standar dari Korps Marinir, Rana memastikan pihaknya akan tetap menyesuaikan pola pelatihan untuk para ASN.
"Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil," jelas Rana.
Ia berharap seluruh fasilitas dan materi pelajaran yang telah disediakan Korps Marinir dapat mendukung proses pelatihan komcad ASN sehingga dapat berjalan dengan maksimal.
Sebelumnya, Kementerian Pertahan menyebut 2.000 ASN yang akan mengikuti pelatihan sebagai komponen cadangan (komcad) akan dilatih di lima lokasi pelatihan TNI.
"Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain di Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1," kata Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (26/2).
Rico mengatakan para ASN akan dilatih tentang dasar-dasar pelatihan kemiliteran baik secara praktik maupun materi.
Proses pelatihan gelombang tersebut, lanjut Rico, akan dimulai sejak April 2026 dan berjalan berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan.
Rico melanjutkan Kemhan sendiri memberikan kuota sebanyak 4.000 orang untuk seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan ASN-nya mengikuti pelatihan menjalani komcad.
Pelatihan gelombang pertama direncanakan sebanyak 2.000 ASN dan gelombang ke dua dengan jumlah yang sama akan digelar pada pertengahan 2026.
Per hari Kamis, tercatat ada 987 ASN yang sudah terdaftar untuk mengikuti pelatihan sebagai komcad gelombang pertama.
Dia mengatakan angka tersebut kemungkinan akan bertambah menjelang pelatihan gelombang pertama pada April 2026.
Dia mengharapkan dengan adanya pelatihan ini, seluruh ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Baca juga: Marinir kerahkan personel jaga batas wilayah Indonesia - Singapura
Baca juga: Menhan beri semangat kepada keluarga prajurit yang gugur karena longsor
Baca juga: Marinir lakukan evaluasi pastikan lokasi latihan aman untuk prajurit





