Honda CB150 Verza 2026, Motor Sport 150 cc Paling Ekonomis

eranasional.com
14 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, ERANASIONAL.COM – Di tengah dominasi motor matik yang semakin merajai pasar roda dua nasional, segmen motor sport 150 cc tetap memiliki penggemar setia. Karakter berkendara yang lebih stabil, posisi duduk yang ergonomis, serta tampilan yang maskulin menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi pengendara yang gemar melakukan perjalanan jarak jauh. Salah satu model yang konsisten bertahan di segmen ini adalah Honda CB150 Verza.

Motor ini dikenal sebagai salah satu pilihan paling rasional di kelas sport entry level. Dengan pendekatan desain yang sederhana namun fungsional, model ini menawarkan keseimbangan antara performa, efisiensi bahan bakar, dan biaya kepemilikan yang relatif terjangkau.

Secara desain, motor ini mengusung konsep naked sport dengan garis tegas dan proporsional. Dimensi bodinya yang cukup berisi membuatnya terasa mantap saat melaju di jalan lurus panjang maupun ketika diajak bermanuver di tikungan. Posisi setang yang tidak terlalu menunduk dan pijakan kaki yang natural membantu menjaga kenyamanan berkendara, bahkan ketika perjalanan berlangsung berjam-jam.

Menurut sejumlah pengguna di komunitas touring roda dua, posisi duduk yang ergonomis menjadi salah satu alasan motor ini masih diminati. Postur berkendara yang tidak terlalu agresif membuat beban di pergelangan tangan dan punggung lebih minim dibandingkan motor sport full fairing. Hal ini penting terutama saat menghadapi rute luar kota dengan jarak ratusan kilometer.

Dari sisi dapur pacu, motor ini dibekali mesin 150 cc SOHC dua katup berpendingin udara dengan sistem suplai bahan bakar injeksi. Konfigurasi tersebut memang tidak dirancang untuk mengejar performa puncak, melainkan menitikberatkan pada ketahanan dan efisiensi. Tenaga yang dihasilkan berada di kisaran 13 HP pada 8.500 rpm dengan torsi puncak sekitar 12,7 Nm pada 6.000 rpm.

Karakter tenaganya terasa linear dan mudah dikendalikan. Saat digunakan di lalu lintas perkotaan yang padat, respons gas tetap terasa cukup sigap tanpa membuat pengendara kewalahan. Sementara ketika dibawa ke jalur antar kota dengan kecepatan konstan, mesin bekerja stabil tanpa getaran berlebih.

Rangka diamond steel yang digunakan juga dikenal kokoh dan sederhana dalam perawatan. Konstruksi ini membuat biaya servis relatif lebih terjangkau karena minim komponen kompleks. Banyak mekanik bengkel umum menilai mesin pendingin udara seperti yang digunakan model ini lebih mudah ditangani serta memiliki potensi masalah yang lebih sedikit dibanding mesin dengan pendingin cairan.

Keunggulan lain yang sering disorot adalah efisiensi bahan bakar. Dengan teknologi injeksi, konsumsi bensin motor ini dapat mencapai sekitar 43 kilometer per liter dalam kondisi penggunaan tertentu. Angka tersebut tentu bergantung pada gaya berkendara dan kondisi jalan, namun tetap tergolong irit untuk kelas 150 cc.

Kapasitas tangki bahan bakar sekitar 12 liter lebih menjadi nilai tambah signifikan. Dalam kondisi ideal, jarak tempuh totalnya dapat melampaui 500 kilometer dalam sekali pengisian penuh. Bagi pengendara yang rutin melakukan perjalanan luar kota, hal ini berarti frekuensi berhenti di SPBU bisa ditekan, sehingga waktu tempuh menjadi lebih efisien.

Meski demikian, motor sport pada umumnya memiliki keterbatasan ruang penyimpanan. Model ini tidak menyediakan bagasi luas seperti skutik. Pengendara hanya bisa mengandalkan ruang kecil untuk menyimpan peralatan standar. Namun solusi praktis tersedia melalui pemasangan top box atau side box tambahan. Selain meningkatkan kapasitas angkut, aksesori tersebut juga memperkuat kesan gagah pada tampilan motor.

Dari sisi harga, motor ini berada di kisaran Rp24 jutaan untuk wilayah Jakarta, tergantung varian pelek yang dipilih. Versi pelek jari-jari biasanya dibanderol sedikit lebih rendah dibandingkan varian cast wheel. Rentang harga tersebut membuatnya bersaing langsung dengan sejumlah skutik populer seperti Honda Vario 125 yang memiliki banderol serupa.

Perbandingan ini menarik karena konsumen dihadapkan pada dua karakter kendaraan yang berbeda. Skutik menawarkan kepraktisan dan bagasi luas, sedangkan motor sport 150 cc memberikan kestabilan lebih baik pada kecepatan tinggi serta sensasi berkendara yang lebih solid. Pilihan akhirnya kembali pada kebutuhan dan preferensi masing-masing pengguna.

Sejumlah pengamat otomotif menilai motor sport entry level seperti ini masih relevan di pasar Indonesia karena menawarkan biaya kepemilikan jangka panjang yang relatif rendah. Konsumsi bahan bakar irit, suku cadang yang mudah ditemukan, serta jaringan bengkel resmi yang luas menjadi faktor pendukung.

Bagi keluarga muda atau pekerja yang membutuhkan kendaraan harian sekaligus siap diajak bepergian ke luar kota saat akhir pekan, model ini dapat menjadi opsi rasional. Performanya memang tidak agresif, namun cukup untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari hingga touring ringan.

Pada akhirnya, kehadiran motor ini membuktikan bahwa segmen sport 150 cc belum kehilangan daya tariknya. Dengan kombinasi desain maskulin, konsumsi BBM efisien, konstruksi mesin sederhana, serta harga yang kompetitif, model ini tetap layak dipertimbangkan sebagai kendaraan serbaguna. Di tengah tren kendaraan yang semakin kompleks, pendekatan sederhana namun fungsional justru menjadi nilai lebih yang dicari sebagian konsumen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Divonis 15 Tahun Penjara, Kerry Anak Riza Chalid Akan Ajukan Banding
• 12 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kemenkum Sebut Anak Penerima LPDP yang Viral Tinggal di Inggris Seharusnya WNI, Ini Alasannya
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Pemprov DKI Terbitkan SE Jelang Mudik 2026, Warga Diminta Lapor RT/RW Sebelum Bepergian
• 15 jam laluokezone.com
thumb
Pria Beristri Gantung Diri di Jakarta Utara, Punya Banyak Utang Pinjol Tak Terbayar dan Uang Habis untuk Slot
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Kecelakaan Truk Muatan Telur vs Dump Truck di Ngawi, 5 Orang Luka-luka
• 22 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.