JAKARTA, KOMPAS.com - Pejaten Shelter Jakarta Selatan menerima rata-rata 365 laporan anjing liar yang dibuang dalam kurun waktu satu tahun.
Catatan itu merupakan hitungan kasar dari jumlah laporan harian yang diterima Susana dari warga lewat sambungan telepon, pesan, bahkan media sosial.
"Setiap hari ada satu laporan. Berarti kalau 365 hari dalam satu tahun, yang masuk 365, itu kalau sehari satu laporan ya," kata Dokter Pejaten Shelter Susana Somali saat dihubungi Kompas.com, Kamis (26/2/2026).
Berdasarkan data Pejaten Shelter, pembuangan anjing paling banyak terjadi di jalan tol.
Menurut Susana, angka laporan yang masuk tidak sebanding dengan jumlah adopsi dari pengunjung Pejaten Shelter. Katanya, dalam sebulan hanya ada sekitar satu anjing yang diadopsi.
Baca juga: Warga Pasang Spanduk Tolak Pejaten Shelter
Susana menyebut, pemahaman masyarakat mengenai risiko membuang hewan sembarangan sedianya sudah meningkat. Hanya saja, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, saat ini informasi mengenai pembuangan anjing menjadi lebih masif.
"Dulu itu lebih banyak, cuma sekarang lebih terbuka untuk menginformasikan soal adanya anjing terlantar," ungkap Susana.
Oleh karenanya, Susan menilai, diperlukan lahan baru di luar Jakarta yang bisa digunakan sebagai tempat penampungan anjing liar.
"Butuh lahan lain kalau ada yang di luar DKI tapi masih terafiliasi, terjangkau. Kita harus mulai dari nol itu karena kita bikin kandangnya juga otodidak kan," tutur Susana.
Terlepas dari hal tersebut, Susana mengonfirmasi pihaknya menerima anjing yang dilaporkan dibuang di tol Depok-Antasari (Desari) dekat Gerbang Tol Brigif.
Anjing berbulu cokelat muda itu ditemukan dalam kondisi mata dan hidung berdarah diduga akibat terkena hamparan aspal di jalan tol.
Sejauh ini, anjing tersebut masih dalam kondisi trauma berat dengan gejala susah makan dan murung.
"Kalau kondisinya pasti murung. Jangankan anjing, orang yang ditaro di panti atau semacamnya juga murung atau ketika bayi yang dibuang di mana-mana, kondisinya mirip kayak gitu," ujarnya.
Proses penyelamatan anjing yang dibuang di tol Brigif ini bermula dari warga bernama Novelita (32) yang sedang melaju menggunakan mobilnya dari arah Cilandak, Jakarta Selatan, menuju Depok.
Sebelum kejadian, Novelita melihat mobil di depannya tampak menurunkan laju kecepatannya sebelum tiba-tiba seekor anjing terlihat mengejar mobil itu.





