Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia akan bekerja sama dengan perusahaan minyak dan gas bumi (migas) asal Rusia, Tatneft. Salah satunya untuk mengembangkan produk makanan dari gas alam.
Hal tersebut diungkapkan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov. Dia menyebutkan, kemitraan tersebut akan melibatkan PT Pertamina (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero).
"Pada bulan Januari dan Februari, beberapa delegasi bisnis telah datang ke Indonesia. Salah satunya dari perusahaan minyak dan gas bernama Tatneft, yang berarti minyak Tatarstan, dari Republik Tatarstan. Mereka membahas kemungkinan kerja sama dengan Danantara, Pertamina, Pupuk Indonesia, dan beberapa perusahaan lain di sini," katanya saat press briefing di Wisma Dubes Rusia, dikutip Jumat (27/2).
Kemitraan tersebut, kata Sergei, juga akan melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Salah satu teknologi yang akan dikembangkan adalah pengolahan gas alam menjadi makanan yang dapat dikonsumsi manusia.
"Kami percaya bahwa mungkin di masa depan kami dapat memperkenalkan beberapa teknologi yang dapat disediakan Rusia untuk Indonesia. Salah satunya sangat menarik, yaitu membuat makanan dari gas alam," tuturnya.
"Perusahaan ini memiliki beberapa bakteri yang dapat memakan gas alam dan menghasilkan protein. Jadi, ini bisa menjadi makanan untuk hewan terlebih dahulu, tetapi mungkin dalam waktu dekat bisa menjadi makanan untuk manusia. Tetapi ini adalah salah satu ide kami, jadi ini masih dalam pembahasan," jelas Sergei.
Selain Tatneft, delegasi bisnis lain yang hadir ke Indonesia yakni Innopraktika, lembaga pengembangan non-pemerintah terbesar di Rusia yang bergerak pada sektor teknologi tinggi.
Sergei mengatakan, Innopraktika telah meneken Nota Kesepahaman (MoU) dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) dan menjalin diskusi dengan Danantara, Kementerian ESDM, BRIN, berbagai unversitas dan perusahaan lain di Indonesia.
Dia menambahkan, delegasi selanjutnya yakni perusahaan IT terbesar di Rusia bernama Yandex. Perusahaan itu memiliki beberapa proposal konkret untuk Indonesia di bidang pemetaan hingga teknologi mesin pencari (search engine).
"Yandex memiliki mesin pencari sendiri di internet dan situs web. Jadi kami mencoba untuk mempromosikan kerja sama dengan perusahaan ini," ungkap Sergei.
Kemudian Sergei juga menyebutkan ada delegasi bisnis yang berasal dari wilayah Khabarovsk, Rusia, dan beberapa badan usaha yang membahas kemungkinan kerja sama dengan beberapa perusahaan Indonesia di bidang energi, pertanian, dan industri.





