jpnn.com - JAKARTA – Kementerian Pertahanan menyebut 2.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan mengikuti pelatihan sebagai komponen cadangan (komcad) akan dilatih di lima lokasi pelatihan TNI.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait kepada ANTARA di Jakarta, Kamis (26/2), menyebutkan, lima lokasi komcad bagi ASN, yakni Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1.
BACA JUGA: Menteri Rini Tegaskan tidak Semua ASN Bisa Jadi Komcad
Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir Kolonel (Mar) Rana Karyana mengatakan, pihaknya telah menyiapkan fasilitas terbaik untuk melatih ASN menjadi komcad.
Rana mengatakan beberapa fasilitas yang disiapkan di antaranya barak, lapangan tempat latihan, ruang kelas, fasilitas kesehatan serta dapur lapangan.
BACA JUGA: TB Hasanuddin Ingatkan Pemerintah, Komcad ASN Harus Berlandaskan Sukarela
Selain itu, Rana menyampaikan pihaknya juga menyiapkan pelatih, staf, petugas medis hingga personel terbaik dari Marinir untuk mendampingi proses latihan komcad.
"Kita (Korps Marinir, red) juga telah lakukan penyusunan kurikulum dan jadwal latihan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta ASN (non-militer aktif), sehingga tetap proporsional dan aman," kata Rana kepada ANTARA di Jakarta, Jumat (27/2).
BACA JUGA: Menhan Sjafrie: 4.000 ASN di Jakarta Bakal Jadi Komcad
"Kita juga sudah siapkan prosedur pengamanan dan keselamatan latihan, termasuk standar mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung," tambah dia.
Walau seluruh konsep latihan dan sarana yang digunakan merupakan standar dari Korps Marinir, Rana memastikan pihaknya akan tetap menyesuaikan pola pelatihan untuk para ASN.
"Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil," jelas Rana.
Dia berharap seluruh fasilitas dan materi pelajaran yang telah disediakan Korps Marinir dapat mendukung proses pelatihan komcad ASN sehingga dapat berjalan dengan maksimal.
Dia menegaskan seluruh konsep pelatihan yang diberikan untuk komcad ASN tidak ditujukan untuk menjadikan ASN sebagai prajurit aktif.
"Pendidikan Komcad bagi ASN bukan untuk menjadikan mereka prajurit aktif, melainkan membentuk kesiapsiagaan, kedisiplinan, dan pemahaman sistem pertahanan negara, sehingga apabila negara memanggil, mereka telah memiliki dasar pembekalan yang memadai," katanya.
Karenanya, Rana mengatakan pihaknya akan menyesuaikan materi dan fasilitas yang disediakan pihak Pasmar I untuk para ASN yang akan menjalankan pelatihan komcad di sana.
Rana pun sempat membeberkan materi khusus khas Korps Marinir yang akan diberikan kepada para peserta pelatihan komcad ASN.
"Pembekalan khusus dari Marinir TNI AL, tentu ada nilai tambah yang menjadi ciri khas Korps Marinir," kata Rana.
Beberapa materi khusus yang akan diberikan yakni tentang penanaman karakter disiplin tinggi dan loyalitas, pembentukan mental pantang menyerah dan adaptif terhadap tekanan, dasar-dasar survival dan ketahanan lapangan serta pengetahuan tentang soliditas tim (esprit de corps).
Pengetahuan tentang soliditas tim, menurut Rana, perlu untuk diberikan meskipun peserta berasal dari latar belakang ASN.
"Kami juga memberikan pengetahuan tentang penanaman nilai kehormatan dan tanggung jawab sebagai bagian dari komponen cadangan pertahanan negara," jelas Rana.
Tidak hanya materi saja, Rana juga memastikan seluruh fasilitas terbaik dari mulai lapangan, barak, kelas dan tenaga medis milik Korps Marinir akan dikerahkan untuk mendukung jalannya pelatihan komcad.
Sebelumnya, Karo Infohan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan para ASN akan dilatih tentang dasar-dasar pelatihan kemiliteran baik secara praktik maupun materi.
Proses pelatihan gelombang tersebut, lanjut Rico, akan dimulai sejak April 2026 dan berjalan berlangsung selama kurang lebih 1,5 bulan.
Kemhan sendiri memberikan kuota sebanyak 4.000 orang untuk seluruh kementerian dan lembaga yang ingin mengirimkan ASN-nya mengikuti pelatihan menjalani komcad.
Pelatihan gelombang pertama direncanakan sebanyak 2.000 ASN dan gelombang ke dua dengan jumlah yang sama akan digelar pada pertengahan 2026.
Per hari Kamis, tercatat ada 987 ASN yang sudah terdaftar untuk mengikuti pelatihan sebagai komcad gelombang pertama.
Dia mengatakan angka tersebut kemungkinan akan bertambah menjelang pelatihan gelombang pertama pada April 2026.
Dia mengharapkan dengan adanya pelatihan ini, seluruh ASN dapat memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang sama untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara. (antara/sam/jpnn)
Redaktur & Reporter : Soetomo Samsu




