Adinda Rizka, dokter dari Palang Merah Indonesia (PMI) Surabaya mengajak masyarakat menodonorkan darahnya di acara JConnect Ramadan Vaganza 2026 di Balai Kota Surabaya.
Adinda juga meminta masyarakat tidak takut mendonorkan darahnya saat berpuasa. Lantaran donor darah saat berpuasa aman dan tetap bermanfaat bagi kesehatan. Petugas juga memastikan kondisi pendonor terlebih dahulu.
“Beberapa stigma orang-orang ketika donor di bulan puasa itu, nantinya akan lemas atau mungkin jadi pingsan atau apa, sebenarnya tidak juga. Yang diambil itu hanya beberapa persen dari total darah keseluruhan,” ungkap Adinda saat ditemui di sela-sela JConnect Ramadan Vaganza 2026, di Balai Kota Surabaya, Jumat (26/2/2026).
Donor darah di JConnect Ramadan Vaganza 2026 dimulai kemarin sampai Sabtu (28/2/2026), mulai pukul 15.00 sampai pukul 19.00 WIB.
Dokter menyarankan, masyarakat yang hendak melakukan donor darah ketika berpuasa, untuk mencukupi kebutuhan asupan saat sahur, dan istirahat cukup.
“Mungkin akan jadi lemas tapi bisa diatasi dengan istirahat. istirahat sebentar saja bisa,” ujarnya.
Setelah pengambilan darah sekitar 10 menit, pendonor akan diberikan suplemen penambah darah, snack, susu dan kaos. Suplemen penambah darah dianjurkan diminum setelah berbuka puasa untuk mengganti darah yang sebelumnya diambil.
Sebelum menjalankan pendoroan darah, masyarakat akan dicek tensi, golongan darah, dan kadar hemoglobin (Hb). Kadar hemoglobin pendonor harus dikisaran 12,5 g/dL hingga 17,0 g/dL. Jika di bawah angka tersebut akan ditolak karena berisiko anemia.
Darah yang sudah dikumpulkan, juga akan dilakukan pemeriksaan keamanan, khususnya terkait potensi infeksi menular. Seperti HIV, Hepatitis B (HBsAg), Hepatitis C (Anti-HCV), Sifilis, dan Malaria. Jika terdeteksi virus atau bakteri, pendonor akan diberi tahu dan darah yang sudah diambil tidak akan digunakan.
Suasana donor darah di acara JConnect Ramadan Vaganza 2026, di Balai Kota Surabaya, Jumat (27/2/2026). Foto Lea Citra Santi Baneza suarasurabaya.netManfaat Rutin Donor Darah
1. Menjaga Kesehatan Jantung
Mendonorkan darah secara teratur dapat membantu memperlancar peredaran darah dan mencegah penyumbatan arteri, sehingga mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.
2. Deteksi Dini Masalah Kesehatan
Sebelum mendonorkan darah, pendonor harus menjalani pemeriksaan kesehatan yang dapat mendeteksi penyakit serius seperti HIV, hepatitis, dan malaria.
3. Merangsang Produksi Sel Darah Baru
Setelah mendonorkan darah, tubuh akan merangsang sumsum tulang belakang untuk memproduksi sel darah merah baru, yang membantu menjaga kesehatan darah.
4. Mengurangi Risiko Penyakit Serius
Dengan mengurangi kadar zat besi dalam darah, donor darah dapat menurunkan risiko beberapa jenis kanker.
5. Menurunkan Kolesterol
Donor darah membantu menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh, yang baik untuk kesehatan jantung.
6. Mendukung Kesehatan Mental
Melakukan tindakan altruistik seperti donor darah dapat meningkatkan rasa percaya diri, kepuasan, dan mengurangi stres.
7. Peningkatan Kapasitas Organ Paru-paru dan Ginjal
Donor darah dapat merangsang organ-organ tersebut untuk bekerja lebih efisien.
8. Menurunkan Kelebihan Zat Besi
Kelebihan zat besi dalam tubuh dapat menyebabkan masalah kesehatan. Donor darah membantu menjaga kadar zat besi tetap normal.
9. Menambah Nafsu Makan
Beberapa orang melaporkan peningkatan nafsu makan setelah mendonorkan darah, yang dapat membantu dalam pemulihan kesehatan.
10. Meningkatkan Kualitas Tidur
Beberapa orang melaporkan peningkatan kualitas tidur setelah donor darah.
11. Membantu Penurunan Berat Badan
Selain membakar kalori, donor darah juga dapat membantu dalam program penurunan berat badan dengan cara yang sehat.
12. Meningkatkan Kesadaran Kesehatan
Proses donor darah yang melibatkan pemeriksaan kesehatan rutin dapat meningkatkan kesadaran individu terhadap kondisi kesehatannya sendiri.
13. Mengurangi Risiko Penyakit Pembuluh Darah
Dengan menurunkan kekentalan darah, donor darah dapat mengurangi risiko penyakit pembuluh darah seperti varises.
14. Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengurangi kadar zat besi dalam darah dapat membantu mengurangi risiko penyakit Alzheimer.(lea/ris/iss)




