Korps Marinir Siapkan Fasilitas dan Kurikulum Khusus Latih ASN Jadi Komcad

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Kepala Dinas Penerangan Korps Marinir TNI AL Kolonel (Mar) Rana Karyana menyatakan pihaknya telah menyiapkan fasilitas terbaik untuk melatih aparatur sipil negara (ASN) menjadi komponen cadangan (komcad).

Fasilitas yang disiapkan meliputi barak, lapangan tempat latihan, ruang kelas, fasilitas kesehatan, serta dapur lapangan untuk mendukung kebutuhan peserta selama pelatihan.

Selain sarana fisik, Korps Marinir juga menyiapkan pelatih, staf pendukung, petugas medis, hingga personel terbaik untuk mendampingi proses latihan.

"Kita juga telah lakukan penyusunan kurikulum dan jadwal latihan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta ASN (non-militer aktif), sehingga tetap proporsional dan aman," ujar Rana.

Ia menambahkan, "Kita juga sudah siapkan prosedur pengamanan dan keselamatan latihan, termasuk standar mitigasi risiko selama kegiatan berlangsung,".

Rana menjelaskan meskipun menggunakan standar latihan Korps Marinir, pola pelatihan tetap akan disesuaikan dengan latar belakang peserta yang berasal dari unsur sipil.

"Akan ada penyesuaian pada aspek kenyamanan dan keamanan, mengingat peserta berasal dari unsur sipil," katanya.

Sebelumnya, Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menyebut sebanyak 2.000 ASN akan mengikuti pelatihan komponen cadangan di lima lokasi pelatihan TNI.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, "Pelaksanaan pelatihan gelombang pertama direncanakan berlangsung di beberapa lokasi pendidikan, antara lain di Pusdikkes, Skadik 301, Pusbahasa AU, Kodam Jaya, dan Pasmar 1,".

Para ASN akan mendapatkan pelatihan dasar kemiliteran baik secara praktik maupun materi selama kurang lebih satu setengah bulan mulai April 2026.

Kemhan menyediakan kuota 4.000 orang bagi kementerian dan lembaga yang ingin mengikutsertakan ASN dalam program komcad.

Gelombang pertama diikuti 2.000 ASN dan gelombang kedua dengan jumlah yang sama direncanakan berlangsung pada pertengahan 2026.

Hingga Kamis, tercatat 987 ASN telah mendaftar untuk mengikuti pelatihan gelombang pertama dan jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah.

Pemerintah berharap melalui pelatihan ini para ASN memiliki semangat dan jiwa nasionalisme yang kuat dalam mengabdi kepada masyarakat dan negara.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ibas Tekankan Kelancaran Irigasi Jadi Kunci Kedaulatan Pangan Nasional
• 17 menit laludetik.com
thumb
USS Gerald R. Ford Krisis Limbah, Kapal Induk Rp200 Triliun AS Tersandung Masalah Toilet
• 14 jam laluokezone.com
thumb
Momen Akrab Raja Abdullah II-Prabowo: Sopiri dan Antar Langsung ke Bandara
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Pasar IPO Masih Lesu di Awal 2026, Imbas Reformasi Tata Kelola dan Aturan Free Float
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Trump Minta Mahkamah Agung AS Cabut Perlindungan Imigran Suriah
• 4 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.