Ikatan Keluarga Bintan Minta Aparat Tindak Tegas Pelaku Pembacokan Mahasiswi UIN Suska

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - ‎Ketua Ikatan Keluarga Bintan Riau, H Hasyim Aliwa mengaku sangat prihatin atas kekerasan yang menimpa salah satu mahasiswi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau (UIN Suska).

Diketahui, salah satu mahasiswi di kampus itu dibacok saat akan menjalani sidang skripsi.

BACA JUGA: Papua Connection: Hentikan Segala Bentuk Kekerasan KKB, Lindungi Guru & Nakes

‎“Ini peristiwa yang sangat menyayat hati. Adik kita ini sedang berada di fase penting hidupnya, hendak sidang skripsi, tetapi justru menjadi korban kekerasan brutal. Ini bukan hanya luka fisik, ini luka batin dan luka bagi semua,” ujar Hasyim kepada wartawan, Kamis (26/2).‎

Hasyim mengatakan pelaku yang diduga memiliki hubungan pribadi dengan korban tiba-tiba datang dan melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam.

BACA JUGA: Soal Peran Jokowi Selesaikan Kekerasan Papua, Yorrys: Ini Tukang Bohong atau Apa?

‎Akibatnya, korban mengalami luka serius di bagian kepala dan tangan. Korban segera dilarikan ke RSUD Arifin Ahmad untuk mendapat penanganan medis. Sementara pelaku telah diamankan aparat kepolisian dan kini menjalani proses hukum.‎

‎Hasyim menegaskan masyarakat Bintan ikut merasakan duka atas kejadian tersebut. 

Sebab,  korban adalah bagian dari generasi muda yang tengah berjuang mengangkat martabat keluarga melalui pendidikan.

‎“Dia datang merantau untuk menuntut ilmu, membawa harapan orang tua dan kampung halamannya. Kekerasan seperti ini tidak boleh dianggap persoalan pribadi semata. Ini persoalan kemanusiaan,” tegasnya.

‎‎Dia pun meminta aparat penegak hukum menangani kasus ini secara tegas dan transparan.

‎‎“Kami percaya proses hukum akan berjalan. Tetapi pesan kami jelas tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan, apalagi terhadap perempuan. Ini harus menjadi peringatan keras bagi siapa pun,” ujarnya.‎

‎Hasyim juga mengajak generasi muda untuk menjadikan peristiwa ini sebagai refleksi. Menurutnya, persoalan hubungan atau emosi tidak boleh diselesaikan dengan tindakan brutal.

‎‎“Kalau ada masalah, selesaikan dengan dialog, dengan kepala dingin. Jangan pernah membiarkan amarah mengalahkan akal sehat. Satu tindakan nekat bisa menghancurkan masa depan banyak orang,” katanya.

Hasyim memastikan Ikatan Keluarga Bintan Riau akan terus memantau perkembangan kondisi korban dan memberikan dukungan moril kepada keluarga.

‎Saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif. Keluarga dan masyarakat berharap kondisi korban segera membaik dan dapat kembali melanjutkan cita-citanya yang sempat tertunda akibat peristiwa tersebut.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag Ajak Umat Islam Lampaui Standar Minimal Zakat, Perkuat Infak dan Sedekah
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Tinjau Yonif TP 848/SPC, Menhan: Prajurit Harus Jadi Pengayom Rakyat
• 10 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Skandal Lurah Taslim: Bantah Tiduri Pemilik Warung, Sebut Sang Perempuan Emosi karena Tempat Usahanya Dibongkar
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Ramadan Tiba, BI Pintar Jadi Andalan: Ini Cara Tukar Uang Baru Lewat PINTAR BI Tanpa Ribet
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Respons Kerry Adrianto, Anak Riza Chalid Usai Divonis 15 Tahun Penjara
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.