IHSG Dalam Tekanan, Saham Ini Jadi Jagoan Buat Cari Cuan

cnbcindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita
Ilustrasi grafik saham dalam latar belakang hitam

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Kamis (26/2) di zona merah setelah terkoreksi 1,04% ke level 8.235,26. Saham-saham yang menjadi penopang pergerakan indeks antara lain Telkom Indonesia (TLKM) naik 1,39%, Pabrik Kertas Tjiwi Kimia (TKIM) melesat 19,95%, serta Astra International (ASII) menguat 1,13%.

Sebaliknya, tekanan terdalam datang dari Bukit Uluwatu Villa (BUVA) turun 14,76%, VKTR Teknologi Mobilitas (VKTR) melemah 9,55%, dan Impack Pratama Industri (IMPC) terkoreksi 9,01%.

Dari sisi aliran dana, investor asing membukukan jual bersih Rp409,35 miliar di pasar reguler, meski secara keseluruhan pasar masih mencatat beli bersih Rp341,26 miliar. Secara sektoral, seluruh 11 sektor berakhir di zona negatif dengan sektor transportasi mencatat penurunan terdalam sebesar 4,54%.


Dari sisi emiten, Garuda Indonesia (GIAA) melaporkan perbaikan kinerja operasional sepanjang 2025 pasca restrukturisasi melalui injeksi modal dan shareholder loan dari Danantara dengan total nilai Rp23,70 triliun. 

Jumlah penumpang tumbuh 10,50% secara tahunan, seiring kenaikan Seat Load Factor (SLF) menjadi 81% dari sebelumnya 77% pada 2024, didukung penambahan armada operasional.

Saat ini, total armada GIAA mencapai 90 pesawat, terdiri dari 58 unit di bawah operasional Garuda dan 32 unit di bawah operasional Citilink. Perseroan juga telah melunasi utang bahan bakar kepada Pertamina sebesar Rp3 triliun. 

Baca: Waspada! Rebalancing MSCI Bayangi IHSG Hari Ini

Meski demikian, berdasarkan laporan keuangan 9M25, GIAA masih mencatat rugi bersih US$142,84 juta, meningkat dibanding periode sama tahun sebelumnya US$100,35 juta, dengan posisi ekuitas negatif US$1,50 miliar. Danantara menargetkan perbaikan operasional dan keuangan mulai 2026.

Sementara itu, Puradelta Lestari (DMAS) menargetkan marketing sales sebesar Rp2,08 triliun pada 2025 atau tumbuh 30% secara tahunan dari realisasi Rp1,60 triliun. Target tersebut ditopang penjualan lahan industri seluas 75 hektar, dengan sekitar 70% dialokasikan untuk pembangunan pusat data (data center).

Pada 2025, DMAS telah mencatat penjualan lahan industri seluas 46 hektare, di mana sekitar 60% di antaranya berkontribusi untuk pengembangan data center, mencerminkan tingginya permintaan dari sektor ekonomi digital.

Rekomendasi Saham Hari Ini dari Mega Capital Sekuritas
  • INDF - Buy 6700-6750 | TP 6825-7025 | SL 6450

  • KPIG - Buy 125-128 | TP 131-135 | SL 118

  • CFIN - Buy 342-344 | TP 352-362 | SL 324

  • AVIA - Buy 442-446 | TP 458-468 | SL 424

  • BULL - Buy 505-510 | TP 535-560 | SL 480

Segala analisis dan rekomendasi saham dalam artikel ini bersifat informatif sekaligus bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan berinvestasi sepenuhnya berada di tangan masing-masing investor sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.
(ayh/ayh) Add as a preferred
source on Google

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Barata Indonesia Selesaikan Pressure Vessel untuk PT Pupuk Sriwijaya
• 18 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Kasus Minyak: Anak Riza Chalid Divonis 15 Tahun Bui, Bayar Uang Pengganti Rp 2 T
• 4 jam lalukumparan.com
thumb
Sidang hingga Waktu Sahur, Kerry Putra Riza Chalid Divonis 15 Tahun Penjara dalam Kasus Tata Kelola Minyak
• 7 jam laludisway.id
thumb
BRI Cetak Laba Rp57,132 Triliun, Komitmen Dukung Asta Cita Pemerintah dan Fokus Perkuat Ekonomi Rakyat
• 18 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kapolri Minta Maaf Bila Sering Terjadi Gesekan: Polri Terus Berbenah
• 16 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.