Hasil TKA Bukan Alat Penilaian Guru dan Pemeringkatan Sekolah

kompas.id
13 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Tes Kemampuan Akademik atau TKA bukan sebagai alat menilai kinerja guru atau memeringkat sekolah, melainkan instrumen pemetaan capaian belajar murid untuk memperbaiki mutu pendidikan secara berkelanjutan. Hasil TKA akan menjadi bahan reflektif sekolah untuk memperbaiki program pembelajaran ke depan.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG), Nunuk Suryani menegaskan bahwa TKA bukan untuk menilai kinerja guru atau sekolah, melainkan instrumen pemetaan capaian belajar peserta didik. Ini bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan pembelajaran secara berkelanjutan.

"Kita ingin membangun budaya refleksi bukan saling menyalahkan. Data yang dihasilkan akan menjadi dasar perbaikan pembelajaran dan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran," kata Nunuk, Jumat (27/2/2026).

Peserta TKA jenjang SD dan SMP yang telah mendaftar mencapai 9.038.281 murid.

Ia mengingatkan bahwa hasil belajar murid bukan hanya dipengaruhi oleh sekolah, melainkan juga dari lingkungan, dukungan keluarga, hingga kesinambungan antar jenjang pembelajaran. Hasil TKA dapat menjadi langkah kolektif untuk menghadirkan proses pembelajaran yang semakin bermutu.

Untuk itu, Nunuk mendorong guru untuk lebih memfokuskan pengajaran pada penguatan literasi, numerasi, dan kemampuan berpikir kritis murid, yang merupakan inti dari pembelajaran dan persiapan TKA. Guru harus menjadi pendamping belajar murid yang sedang membutuhkan pendampingan emosional serta suasana belajar yang sehat dan proporsional menjelang TKA.

"Dan jadikan TKA sebagai momentum membangun budaya jujur, tangguh, dan bertanggung jawab," ucapnya.

Baca JugaNilai Tes Kemampuan Akademik Matematika dan Bahasa Sangat Rendah

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati menambahkan, hasil TKA juga bukan untuk pemeringkatan mutu sekolah. Hasil TKA justru harus dimanfaatkan secara konstruktif oleh sekolah untuk menyusun program sekolah ke depan, terutama pada penguatan literasi dan numerasi menjadi lebih terarah.

"Substansi kebijakan TKA adalah pemetaan capaian kompetensi peserta didik pada aspek-aspek esensial yang menjadi fondasi pembelajaran," ujar Rahmawati.

Antisipasi kendala teknis

Sementara itu, permasalahan teknis menjadi fokus mitigasi selama pelaksanaan simulasi Tes Kemampuan Akademik atau TKA untuk murid kelas 6 SD dan 9 SMP. Sejumlah langkah mitigasi kini diperkuat untuk menjamin kelancaran pelaksanaan TKA secara nasional.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan di Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Toni Toharudin mengatakan, simulasi TKA merupakan bagian dari rangkaian persiapan pelaksanaan TKA yang bertujuan memastikan kesiapan sistem, infrastruktur teknologi, serta alur layanan sebelum pelaksanaan utama.

Melalui simulasi yang digelar sejak 23 Februari sampai 1 Maret 2026 ini, dilakukan pengujian menyeluruh terhadap berbagai aspek teknis, termasuk kapasitas server, stabilitas jaringan, dan respons sistem terhadap peningkatan akses pengguna secara bersamaan.

"Kami menyadari animo masyarakat yang sangat besar dalam mengikuti TKA, sehingga kami terus berkomitmen bahwa kesiapan layanan akan terus menjadi prioritas," kata Toni.

Dia memastikan, kendala teknis selama TKA jenjang SMA kemarin akan diperbaiki pada jenjang SD dan SMP ini. Adapun Kendala teknis utama TKA SMA pada akhir tahun 2025 lalu meliputi gangguan server pusat akibat lonjakan pengguna, pemadaman listrik akibat cuaca ekstrem di beberapa daerah, dan ketidaksiapan infrastruktur digital.

Baca JugaSaatnya Murid Kelas VI dan IX Mengenal Tes Kemampuan Akademik

Masalah ini menyebabkan simulasi eror dan potensi ketidakadilan, memerlukan perbaikan sistem, serta penjadwalan ulang bagi peserta terdampak. Saat itu, Kemendikdasmen meningkatkan jumlah server dan bekerja sama dengan penyedia internet serta PLN untuk menjamin kelancaran.

Pada TKA jenjang SD dan SMP ini, pemantauan dan optimalisasi sistem secara berkelanjutan akan terus dilakukan, termasuk optimalisasi kapasitas server dan penyempurnaan mekanisme mitigasi risiko utamanya menyambut antusiasme murid dan satuan pendidikan. Dengan begitu, semua pendaftar yang telah mencapai 9.038.281 murid dapat terfasilitasi.

Kemendikdasmen mendorong peserta didik, guru, dan satuan pendidikan memanfaatkan sarana pembelajaran yang telah disediakan untuk mendukung kesiapan penyelenggaraan TKA. Murid dapat berlatih dan mengenal bentuk soal TKA melalui laman Ayo Coba TKA serta Ruang Murid pada platform Rumah Pendidikan yang menyediakan contoh soal dan materi pendukung sesuai jenjang.

Mata pelajaran wajib yang diuji dalam TKA jenjang SD dan SMP mencakup Matematika dan Bahasa Indonesia. mata uji Bahasa Indonesia akan difokuskan pada salah satu keterampilan berbahasa, yakni membaca. Keterampilan membaca diujikan pada dua jenis teks, yaitu teks informasi dan teks fiksi.

Baca JugaPelaksanaan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional Diintegrasikan Mulai Tahun 2026

TKA mata uji Matematika akan mengukur kemampuan murid dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur Matematika, serta kemampuan mereka dalam menerapkan pengetahuan matematika untuk menyelesaikan masalah, merujuk pada materi yang dipelajari murid dalam Kurikulum 2013 dan Kurikulum Merdeka.

Pengetahuan matematika siswa diukur melalui permasalahan dalam konteks matematika dan permasalahan dalam konteks keseharian yang dapat meliputi kejadian atau situasi di lingkup personal, keluarga, atau lingkungan sekitar.

Bentuk soal TKA tidak hanya pilihan ganda, tetapi ada tiga bentuk, yaitu pilihan ganda sederhana, pilihan ganda kompleks (PGK) model multiple choice multiple answers (MCMA), dan pilihan ganda kompleks (PGK) model kategori. Semua bentuk soal menyajikan beberapa pilihan jawaban atau respons untuk sebuah pokok soal.

Baca JugaTKA dan Antusiasme Belajar

Secara terpisah, Sekretaris Jenderal Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Dudung Abdul Qadir mengimbau orangtua untuk mempersiapkan dan memotivasi anaknya jika ingin mengikuti TKA. PGRI menilai TKA penting untuk diikuti sebagai alat ukur capaian akademik siswa selama bersekolah.

”Orangtua bukan hanya mengawasi anak, melainkan juga memberi motivasi dan menyiapkan mental anak-anak kita untuk mengikuti TKA,” kata Dudung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
NasDem Usul PT 7 Persen, Demokrat: 4 Persen Saja Sudah Terlalu Tinggi!
• 11 jam lalusuara.com
thumb
Buruh Bersatu Desak Reformasi Total SJSN, Soroti Rendahnya Perlindungan Pekerja
• 15 jam lalusuara.com
thumb
Ini Alasan Tunjangan Profesi Guru Madrasah Belum Cair, Kemenag Klaim Tak Ada Kendala
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Pendapatan Segmen EV Diproyeksi Naik di 2026, VKTR Ungkap Proyek Penopangnya
• 3 menit laluviva.co.id
thumb
Airlangga: RI Dapat Diskon Tarif AS Jadi 15%
• 1 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.