Jakarta, VIVA – Produsen kendaraan listrik PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) memproyeksi, pendapatan segmen kendaraan listrik alias electric vehicle (EV) akan meningkat pada 2026. Hal itu antara lain ditopang penyelesaian proyek Transjakarta yang tersisa 30 unit di awal 2026.
Chief Executive Officer (CEO) VKTR, Ardiansyah Bakrie menyatakan, pada akhir 2025 perseroan telah menyelesaikan pengiriman 50 unit bus listrik untuk operator Transjakarta, sebagai bagian dari total pemesanan 80 unit. Sedangkan 30 unit lainnya telah menyelesaikan tahap perakitan sasis.
"Sejalan dengan milestone pertumbuhan yang konsisten dari tahun ke tahun mulai dari fase pionir perakitan kendaraan listrik berbasis Completely Knocked Down (CKD), pencapaian TKDN di atas 40 persen, hingga ekspansi portofolio bus dan truk listrik, perseroan menunjukkan akselerasi kinerja baik secara operasional maupun finansial," kata Ardi Bakrie dalam keterangannya, Jumat, 27 Februari 2026.
- Dok. Istimewa
Secara keseluruhan, di awal 2026 VKTR diproyeksikan akan memasok total 152 unit bus listrik dari total armada bus listrik yang beroperasi untuk Transjakarta. Jumlah ini setara dengan sekitar 30 persen dari armada bus listrik Transjakarta.
Ardi mengklaim, perseroan mencatat pertumbuhan penjualan kendaraan listrik secara berkelanjutan dari tahun ke tahun. Hingga Desember 2025, VKTR menjual 69 unit kendaraan listrik yang terdiri dari 53 bus, 10 truk, dan 6 forklift ke berbagai perusahaan swasta lintas industri.
Sehingga, total kumulatif penjualan kendaraan listrik VKTR yang telah dirampungkan sejak awal berdirinya hingga akhir tahun 2025 mencapai 135 unit bus listrik, 24 unit truk listrik, dan 13 unit forklift.
Di awal 2026, VKTR menyebut telah memperoleh order pembelian bus listrik dari perusahaan pengembang real estate terkemuka di Jakarta dan order transporter dari perusahaan transportasi antarkota di Malang.
Selain itu, perseroan sedang memproduksi 2 unit shuttle bus listrik untuk salah satu institusi pendidikan di Jawa Tengah dengan target pengiriman pada akhir kuartal ke-2 tahun 2026.
Secara bisnis pada 2025, Ardi menjelaskan VKTR mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 8,5 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp1,08 triliun pada 2025, dibandingkan Rp 1,004 miliar pada 2024.
Dari sisi posisi keuangan, total aset VKTR tumbuh 11,8 persen (yoy) menjadi Rp1,79 triliun pada 2025, dari Rp1,6 triliun di 2024, didorong oleh kenaikan uang muka terkait proyek penjualan kendaraan listrik yang belum diakui sebagai pendapatan, yang diimbangi juga oleh penambahan aset tetap.





