Bulan Ramadan identik dengan banyaknya undangan bukber atau buka bersama. Dari teman lama, rekan kerja, hingga grup yang sudah lama tidak aktif, semuanya tiba-tiba terasa hidup kembali. Di satu sisi, bukber memang menyenangkan karena memberi kesempatan untuk bersilaturahmi. Namun di sisi lain, terlalu banyak undangan bisa membuatmu lelah, baik secara fisik, emosional, maupun finansial.
Masalahnya, menolak undangan bukber terkadang menimbulkan rasa bersalah. Kamu takut dianggap tidak peduli, tidak solid, atau bahkan menjaga jarak. Padahal, menjaga energi dan batas pribadi adalah hal yang sehat.
Nah, berikut cara menolak undangan bukber tanpa rasa bersalah, agar kamu tetap bisa menjaga hubungan tanpa mengorbankan diri sendiri.





