Temuan studi Drivers of Change yang dilakukan Inchcape pada Februari 2025 di tujuh negara Asia-Pasifik menunjukkan optimisme kuat terhadap New Energy Vehicles (NEV). Sebanyak 83% responden regional memiliki pandangan positif terhadap kendaraan elektrifikasi.
Dari jumlah tersebut, 26% telah memiliki atau pernah mengendarai kendaraan listrik maupun hybrid, sementara 57% menyatakan niat untuk mengadopsinya di masa depan.
Meski sentimen positif tinggi, keputusan pembelian tetap rasional. Faktor harga (68%), daya tahan baterai (40%), serta ketersediaan infrastruktur pengisian daya (34%) menjadi pertimbangan utama. Hal ini menandakan adopsi di kawasan berlangsung bertahap dan berbasis mekanisme pasar. Baca Juga:
Leapmotor Bakal Masuk Indonesia di Bawah Indomobil Group Indonesia: Sentimen Positif, Adopsi Bertahap Di Indonesia, tingkat kepercayaan terhadap kendaraan elektrifikasi bahkan melampaui rata-rata regional. Sebanyak 88% responden menyatakan pandangan positif, sementara tingkat kepemilikan berada di angka 18%.
“Survei ini menunjukkan konsumen Indonesia mendekati elektrifikasi secara deliberatif dan kontekstual. Tingkat sentimen positif sebesar 88% mencerminkan kepercayaan publik terhadap arah elektrifikasi. Pada saat yang sama, keputusan pembelian tetap mempertimbangkan keterjangkauan, akses infrastruktur, dan kebutuhan mobilitas sehari-hari,” ujar Interim Managing Director Inchcape Indonesia, Bagus Susanto, melalui keterangan resminya.
Sepanjang 2025, pangsa pasar EV meningkat dari sekitar 5% menjadi kurang lebih 12%. Model hybrid dan plug-in hybrid juga mencatat pertumbuhan konsisten, mencerminkan ekspansi yang selaras dengan kesiapan konsumen dan infrastruktur. Diversifikasi Teknologi Jadi Strategi Sebaran geografis Indonesia dan tingkat kesiapan infrastruktur yang berbeda-beda mendorong pentingnya strategi multi-pathway. Di tingkat regional, 36% responden Asia-Pasifik menilai kendaraan hybrid sebagai kombinasi paling seimbang antara keberlanjutan dan efisiensi biaya. Baca Juga:
Nissan Gravite, MPV 7-Seater yang Lahir di India
“Strategi kami berfokus pada penyediaan berbagai opsi teknologi, bukan menetapkan satu jalur tunggal. Pendekatan terdiversifikasi memungkinkan elektrifikasi berkembang selaras dengan kesiapan infrastruktur dan preferensi konsumen,” ungkap Bagus.
Pendekatan ini mencerminkan fase transisi di mana kendaraan bermesin pembakaran internal, hybrid, dan listrik berbasis baterai berjalan berdampingan. Ekspansi Portofolio di IIMS 2026 Strategi diversifikasi juga tercermin dalam partisipasi Inchcape di IIMS 2026 melalui peluncuran Tank 500 Diesel, melengkapi jajaran hybrid dan kendaraan listrik yang telah dipasarkan. Langkah ini sejalan dengan filosofi global GWM "All Scenarios, All Powertrains, All Users” yang menekankan solusi mobilitas lintas segmen, mulai dari SUV diesel jarak jauh hingga kendaraan listrik urban.
Sepanjang 2025, Inchcape mencatat 1.628 unit wholesales (naik 105% secara tahunan) dan 1.449 unit retail (naik 115% secara tahunan). Model baru berkontribusi signifikan, dengan ORA 03 menyumbang 24% wholesales, diikuti Tank 300 Diesel 4×4 (22%), Tank 300 Hybrid (15%), dan Tank 300 Diesel 4×2 (14%). Baca Juga:
Hyundai Ioniq 5 N, Cuma Rp1,3 Miliar Punya Supercar Listrik!
“Tank 500 Diesel diposisikan sebagai SUV premium yang menyeimbangkan kenyamanan first-class untuk melintasi segala medan, efisiensi, serta teknologi dan keamanan tingkat tinggi. Tujuan kami adalah memperluas akses terhadap mobilitas berkualitas melalui portofolio yang mencerminkan realitas kebutuhan konsumen yang beragam,” tutur Bagus. Transisi Didukung Ekosistem Pertumbuhan elektrifikasi juga berjalan dalam kerangka regulasi nasional terkait standar keselamatan, emisi, dan perlindungan konsumen.
“Elektrifikasi berkembang melalui keselarasan ekosistem. Produsen menghadirkan inovasi, pembuat kebijakan menyediakan kepastian regulasi dan insentif, distributor memperkuat kesiapan ritel dan layanan, dan konsumen pada akhirnya menentukan laju adopsi,” ujar Bagus.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(UDA)





