150 Personel Dikerahkan! Ini Lokasi 10 Titik Rawan Gangguan Selama Ramadhan di Jakarta Selatan

suara.com
6 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Polres Metro Jakarta Selatan membangun sepuluh pos pantau guna mengantisipasi Sahur On The Road dan tawuran selama Ramadhan.
  • Sebanyak 150 personel dikerahkan untuk pengamanan Ramadhan, didukung aktifnya kembali Satkamling dan masyarakat.
  • Fokus pengamanan mencakup pencegahan tawuran remaja, balap liar, perang sarung, serta kejahatan saat warga mudik.

Suara.com - Polres Metro Jakarta Selatan mendirikan 10 pos pantau di sejumlah titik strategis untuk mengantisipasi aktivitas sahur di jalanan atau Sahur On The Road (SOTR) selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah. Langkah ini juga dilakukan untuk mencegah potensi tawuran dan gangguan keamanan lainnya.

"Polres Metro Jakarta Selatan mendirikan pos pantau untuk mengantisipasi giat SOTR dan mengantisipasi tawuran di wilayah hukum Polres Metro Jaksel," kata Kabag Ops Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Tribuana Roseno dikutip dari Antara, Jumat.

Sebanyak 10 pos pantau disebar di seluruh kecamatan wilayah Jakarta Selatan. Pos tersebut antara lain berada di Pasar Manggis, Jalan Sultan Agung (Setiabudi); Jalan Gandaria I (Kebayoran Baru); Taman Dakocan Manggarai, Jalan Manggarai Utara I (Tebet); Jalan Buncit Raya RT 14, Kalibata Pulo (Pancoran); hingga Jalan Warung Sila (Jagakarsa).

Pos pantau lainnya juga didirikan di Kolong Tol Ulujami, Jalan Ulujami Raya (Pesanggrahan); Jalan TB Simatupang (Pasar Minggu); Jalan Cipete Raya, Cipete Selatan (Cilandak); Jalan Ciputat Raya (Kebayoran Lama); serta Jalan Tegal Parang Utara (Mampang Prapatan).

Dalam mendukung pengamanan Ramadhan, Polres Metro Jakarta Selatan mengerahkan ratusan personel. "Polres Metro Jakarta Selatan mengerahkan 150 personel dalam pengamanan bulan Ramadhan," ungkap Tribuana.

Selain itu, kepolisian juga mengaktifkan kembali pos Satuan Keamanan Lingkungan (Satkamling) di permukiman warga guna menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadhan 1447 Hijriah. Pengamanan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari ojek online (ojol), organisasi kemasyarakatan (ormas), hingga Kelompok Sadar Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Pokdar Kamtibmas).

Adapun fokus pengamanan mencakup sejumlah potensi gangguan yang kerap muncul saat bulan puasa, seperti tawuran remaja, balap liar, serta fenomena perang sarung.

Tribuana juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi warga yang akan mudik dan meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

Baca Juga: Hasil Tes Urine Sopir Calya Ugal-ugalan Bersih Zat Adiktif, Tapi Ditemukan Benda Ini di Mobil


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cegah Kelangkaan, Pemkab Kudus Ajukan Tambahan 131 Ribu Tabung Elpiji 3 Kg
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Daftar 8 Tim yang Lolos ke Babak 16 Besar Conference League melalui Play-off Knock-out
• 8 jam lalukompas.tv
thumb
IMM Sebut Isu Daur Ulang MBG Pakai Dana Zakat Bentuk Opini Negatif ke Ketua DPD RI
• 5 jam laludisway.id
thumb
Kemenperin Sebut Tak Ada PHK di Pabrik Mie Sedaap, Pengurangan Outsourcing
• 23 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bayar Pajak Kendaraan Cukup 2 Menit di JConnect Ramadan Vaganza 2026
• 23 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.