JAKARTA, DISWAY.ID -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali berada di zona merah pada penutupan perdagangan Kamis kemarin, 26 Februari 2026.
IHSG turun 1,04 persen ke level 8.235,26 setelah sebelumnya dibuka dengan prospek positif.
Pelemahan IHSG dipimpin oleh sektor Transportation & Logistics yang terkoreksi 4,54 persen serta Consumer Cyclicals yang turun 2,59 persen.
BACA JUGA:Harmonisasi Aturan Regulasi Pertembakauan Harus Pertimbangkan Dampak Keseluruhan
BACA JUGA:Sosok Natalius Pigai Menteri Prabowo yang Viral Paham HAM Sejak Usia 5 Tahun hingga Tantangan Uceng
Bea Masuk Panel Surya AS Jadi Sentimen Negatif
Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk, Reza Priyambada, menjelaskan tekanan terhadap IHSG dipicu kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menetapkan bea masuk sementara (countervailing duties) atas impor sel dan panel surya.
AS mengenakan tarif sebesar:
- 125,87 persen untuk India
- 104,38 persen untuk Indonesia
- 80,67 persen untuk Laos
Kebijakan ini memicu kekhawatiran pasar dan meningkatkan tekanan jual di bursa domestik.
BACA JUGA:Viral Saat Natalius Pigai Ngaku Paham HAM Sejak Usia 5 Tahun
BACA JUGA:Cek Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Jumat, 27 Februari 2026: Jaksel dan Jaktim Turun Hujan!
Wall Street Melemah, Asing Catat Net Sell Rp409 Miliar
Sentimen global turut memperberat pergerakan IHSG.
Bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street ditutup mayoritas melemah.
Investor asing membukukan net sell Rp409,35 miliar di pasar reguler.
- 1
- 2
- 3
- »





