Kemenekraf perluas akses pasar UMKM melalui Bazar Ramadhan Lhokseumawe

antaranews.com
7 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kementerian Ekonomi Kreatif bersinergi dengan Pemerintah Kota Lhokseumawe menyelenggarakan Bazar Ramadan sebagai bagian dari penguatan ekonomi kreatif daerah serta memperluas akses promosi dan pasar bagi UMKM lokal.

“Ekonomi kreatif adalah penggerak ekonomi masa depan yang memberi kontribusi terhadap pendapatan daerah, membuka lapangan pekerjaan, memutar roda ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di sinilah dibutuhkan sinergi dan kolaborasi seluruh pihak untuk mendukung Bazar Ramadan 2026,” kata Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya dalam keterangan pers yang diterima, Jumat.

Mengusung tema “Ramadan Berkah, Ekonomi Kreatif Tumbuh”, kegiatan ini diarahkan untuk memperluas akses promosi dan pasar bagi pelaku usaha lokal, sekaligus memperkuat daya tahan ekonomi daerah.

Baca juga: Opick ramaikan bazar Ramadhan di Masjid Sunda Kelapa

Bazar yang berlangsung dari tanggal 25 Februari–1 Maret 2026 di Lapangan Hiraq, sekaligus menghadirkan ruang interaksi produktif antara pelaku ekraf dan masyarakat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdampak langsung pada kesejahteraan warga.​​​​​​

Menekraf mengatakan Bazar Ramadan 2026 tak sekadar menjadi tempat berkumpul atau bersilaturahmi di bulan suci Ramadhan, tetapi juga memperkenalkan brand-brand lokal dari Lhokseumawe agar dapat tumbuh menembus pasar nasional dan selanjutnya merambah pasar global.

“Saya berharap Bazar Ramadan tidak berhenti sebagai kegiatan musiman, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan yang memperkuat ekonomi masyarakat serta membuka lebih banyak peluang usaha ke depan,” ujar Teuku Riefky Harsya.

Baca juga: Pemkot Jaksel gandeng 30 UMKM dalam Bazar Ramadhan "Festival Bedug"

Hadir pula dalam acara tersebut Wali Kota Lhokseumawe, Sayuti Abubakar, yang mengatakan kegiatan Bazar Ramadan 2026 juga menjadi momentum kebangkitan ekonomi kreatif UMKM pascabencana serta memulihkan denyut ekonomi daerah sebagai ruang aktivitas ekonomi dan syiar Ramadhan.

Adapun pembukaan Bazar Ramadan 2026 ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional khas Aceh, Rapai, serta dimeriahkan penampilan tarian tradisional dan nasyid. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemberian santunan kepada 30 anak yatim.

Menteri Ekraf bersama Wali Kota Lhokseumawe turut meninjau sejumlah stan yang menampilkan produk-produk inovatif, sekaligus memberikan motivasi kepada para pelaku usaha untuk terus menguatkan gerakan ekonomi masyarakat.

Selain aktivitas transaksi, Bazar Ramadan 2026 juga diramaikan berbagai agenda sosial dan keagamaan. Tersedia panggung kreativitas dan dakwah, serta beragam lomba bernuansa religi, seperti lomba adzan, hafalan ayat pendek, da’i cilik, dan Tahfiz Al-Qur’an.

Baca juga: Bazar takjil Ramadhan dinilai berpotensi jadi destinasi ikonik Jakarta

Baca juga: Menjaga berkah, menata pasar


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kejati DKI Geledah 3 Lokasi Kasus Proyek Migrasi, Dokumen hingga Barang Elektronik Disita!
• 10 jam laludisway.id
thumb
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
• 6 jam lalusuara.com
thumb
ChompChomp Raih Penghargaan di Indonesia Top Achievement of the Year 2026
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jurnalis Italia Bocorkan Rencana Besar AC Milan di Bursa Transfer: Bajak Permata Real Madrid Jadi Prioritas Musim Panas Nanti
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Belajar dari Yogyakarta, DPRD Soroti Kebocoran Retribusi dan Penguatan UMKM Lokal
• 1 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.