Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus mematangkan pembangunan jalur bawah tanah yang akan menghubungkan empat hotel besar di kawasan Bundaran HI dengan layanan MRT Jakarta. Proyek ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat integrasi transportasi publik sekaligus meningkatkan kenyamanan pejalan kaki di pusat kota.
Terowongan tersebut akan menghubungkan Grand Hyatt Jakarta, Pullman Jakarta Indonesia, Mandarin Oriental Jakarta, dan Hotel Indonesia Kempinski Jakarta langsung menuju akses MRT. Dengan sistem ini, masyarakat tak lagi perlu menyeberang jalan di permukaan.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan pengerjaan terowongan sudah dimulai dan ditargetkan rampung awal tahun depan.
“Kita ingin mobilitas warga semakin mudah. Sekarang konstruksi sudah berjalan, dan awal tahun depan kami targetkan sudah bisa digunakan,” ujarnya di Kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Jumat (27/2/2026).
Baca Juga: Indonesia–Inggris Perkuat Konservasi Gajah Sumatra di Aceh
Pramono menjelaskan bahwa konektivitas bawah tanah ini dirancang untuk menciptakan lingkungan Bundaran HI yang lebih tertata dan aman bagi pejalan kaki.
“Dengan akses bawah tanah ini, orang tidak perlu lagi menyeberang di atas. Semua diarahkan ke bawah. Bundaran HI akan jauh lebih rapi dan nyaman,” kata Pramono.
Ia menegaskan pembangunan tersebut merupakan bagian dari agenda besar Pemprov DKI dalam membentuk Jakarta sebagai kota global dengan sistem transportasi publik yang terintegrasi.
“Kami ingin Jakarta menjadi lebih modern, lebih efisien, dan lebih manusiawi bagi pejalan kaki. Integrasi bangunan dan MRT ini salah satu langkah penting ke arah itu,” tegasnya.
Selain akses bawah tanah Bundaran HI, Pemprov DKI juga menyiapkan sejumlah proyek penataan kawasan untuk meningkatkan kualitas ruang publik dan mendorong masyarakat beralih ke transportasi umum.
“Semakin mudah aksesnya, semakin besar peluang masyarakat meninggalkan kendaraan pribadi. Itu yang ingin kami dorong,” tutur Pramono.
Editor: Redaktur TVRINews





