JAKARTA, DISWAY.ID - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menutup permanen operasional lapangan Padel di Pulogadung, Jakarta Timur.
Penyegelan tempat usaha olahraga Star Padel yang berlokasi di Jalan Pulomas Barat, RT 005 RW 013, Kelurahan Kayu Putih yang dilakukan pada Kamis, 27 Februari 2026, melibatkan petugas gabungan.
Penyegelan dilakukan dengan pemasangan DCKTRP Line dan spanduk merah bertuliskan, ‘Bangunan ini Dikenakan Pengehentian Tetap (Disegel)’.
BACA JUGA:Warga Kemang Protes Suara Bising King Padel Hingga Malam Hari Ganggung Waktu Istirahat, Berujung Lapor Polsek!
Kepala Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (DCKTRP) Jakarta Timur, Wiwit Djalu Adji, menjelaskan penyegelan permanen dilakukan karena arena padel tersebut tidak mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
"Pemerintah harus melakukan penyegelan terhadap operasionalnya karena bangunan ini tidak memiliki SLF," jelas Wiwit dalam keterangannya pada Jumat, 27 Februari 2026.
Sebelum melakukan penyegelan permanen, Wiwit menjelaskan, pihaknya telah menindak izin bangunan lapangan padel tersebut.
"Kami lakukan penyegelan ulang. Sebelumnya sudah kami segel. Kemudian kedua, kami memberikan surat peringatan untuk melakukan penyegelan permanen terhadap bangunan ini," ujarnya.
Sementara, Ketua RT 005 RW 013, Kelurahan Kayu Putih, Nelson, menyampaikan pihak warga sempat melakukan pertemuan dengan pengelola lapangan padel tersebut.
BACA JUGA:Tak Miliki PBG, 185 Lapangan Padel di Jakarta Segera Dibongkar!
Pertemuan itu membahas seputar persyaratan arena padel yang tidak sesuai dengan ketentuan.
"Jadi, dia harus memenuhi dulu, tetapi ini lagi sedang digodok persyaratan ini di pusat apakah itu akan dikeluarkan atau tidak. Bila tidak dikeluarkan maka lapangan padel terancam, tertutup,” tuturnya.
Selain itu, Nelson menyampaikan, keberadaan arena lapangan padel menggangu kenyamanan warga setempat.
Pasalnya aktivitas dari arena padel yang beroperasi hingga larut malam kerap menimbulkan kebisingan.
“Karena ada kebisingan, banyak mobil konsumennya yang kencang, dan tetangga saya juga ada yang lansia (lanjut usia) jadi terganggu dengan kebisingannya,” pungkasnya.
- 1
- 2
- »




