KABUL, KOMPAS.TV - Pemerintah Afghanistan di bawah Taliban mengaku telah menghantam militer Pakistan yang dikerahkan di perbatasan, dengan serangan udara.
Sementara Pakistan menegaskan pasukannya telah melakukan pembalasan atas serangan tersebut.
Serangan Taliban tersebut merupakan respons atas serangan udara yang dilakukan Pakistan pada Minggu (22/2/2026) lalu di Provinsi Nangarhar dan Paktia.
Melalui sebuah pernyataan, Kantor Media Korps Militer Afghanistan di wilayah timur mengatakan pertempuran keras mulai terjadi pada Kamis (26/2/2026) malam waktu setempat.
“Sebagai tanggapan atas provokasi dan pelanggaran berulang oleh kelompok militer Pakistan, operasi serangan berskala besar telah dilakukan terhadap posisi militer dan instalasi Pakistan di sepanjang Garis Durand,” ujar juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid, di media sosial X.
Baca Juga: Perundingan Nuklir di Jenewa Dijeda, Iran Sebut Pernyataan AS Kontradiktif
Hubungan Afghanistan dan Pakistan dalam beberapa bulan terakhir semakin memanas.
Akibatnya, perbatasan darat sepanjang 2.611 km yang dikenal sebagai Garis Durand sebagian besar ditutup sejak pertempuran pada Oktober lalu, yang menewaskan lebih dari 70 orang di kedua belah pihak.
Dikutip dari Al-Jazeera, sebuah sumber di militer Taliban mengungkapkan 10 prajurit Pakistan terbunuh dalam serangan pada Kamis. Selain itu, 13 pos terdepan Pakistan telah diduduki dalam serangan Taliban tersebut.
Sedangkan Pakistan mengeklaim telah membunuh setidaknya 70 kombatan Afghanistan dalam serangan pada Minggu.
Penulis : Haryo Jati Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Al-Jazeera
- afghanistan
- taliban
- pakistan
- afghanistan serang pakistan
- pakistan serang afghanistan
- serangan udara afghanistan





