Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menilai program bantuan pangan (Bapang) beras dan minyak goreng periode Februari dan Maret 2026, sangat dinantikan 33,2 juta keluarga di Indonesia.
Ia menambahkan kehadiran bantuan 20 kg beras serta 4 liter minyak goreng jelang hari raya Idul Fitri 1447 H/2025 M ini, tentunya sangat berarti bagi jutaan keluarga penerima manfaat (KPM).
“Stok beras dan minyak, tak ada kendala. Jumlah persediaannya sangat memadai. Kita minta pemerintah dalam hal ini Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk tidak lagi menunda-nunda penyaluran Bapang periode Februari dan Maret 2026 ini,” kata Alex dalam keterangan tertulisnya dikutip Jumat, 27 Februari 2026.
- BULOG
Alex menjelaskan penyaluran bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng, dilakukan sekali salur untuk alokasi 2 bulan, yakni Februari dan Maret 2026. Hal itu telah disepakati saat rapat yang dipimpin oleh Kementerian Koordinator Perekonomian.
Adapun jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) diperbanyak dengan menyasar masyarakat desil I sampai IV, seperti halnya pada penerima program Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra).
“Beras seberat 10 kg beserta minyak goreng 2 liter per bulan itu, tentunya akan mampu meredam gejolak harga di bulan Ramadhan, terlebih hari raya Idul Fitri 1447 H/2026 M makin dekat,” kata Alex.
“Bapang ini, tentunya sangat ditunggu calon penerima. Jangan biarkan KPM menunggu janji pemerintah dalam waktu lama,” sambungnya.
Diketahui, jumlah KPM bantuan pangan tahun 2026 ini diperbanyak hingga 81,9 persen dari jumlah KPM program serupa sebelumnya, yang berada di angka 18,2 KPM setiap bulannya.
Secara kuantitas, untuk penyaluran 2 bulan sekaligus tersebut, Bulog sebagai pihak yang mendapat tugas untuk menyalurkan, akan mengeluarkan stok beras sebanyak 664,8 ribu ton dan minyak goreng 132,9 ribu kiloliter.
Demi pelaksanaan program pro-rakyat tersebut, anggaran yang disiapkan pemerintah mencapai angka Rp11,92 triliun.
Menurut Alex, Bapang ini sangat penting karena akan mampu menjaga harga Sembako tetap stabil. Kemudian, juga membantu kebutuhan KPM selama Ramadhan dan Idul Fitri serta menjaga daya beli masyarakat secara luas.
Sebagai informasi, program Bapang yang dilaksanakan Bapanas bersama Bulog di tahun 2025 lalu, digelar dari dua tahap.





