Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menekankan agar Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) dapat merealisasikan target penyaluran 350.000 unit rumah subsidi pada tahun ini.
Purbaya menjelaskan, upaya optimalisasi penyaluran diperlukan usai capaian realisasi rumah subsidi yang disalurkan melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada tahun lalu tercatat masih berada di bawah target yang ditetapkan pemerintah.
“Tahun lalu kan walaupun tinggi tapi masih di bawah target 350.000 [unit rumah subsidi]. Tahun ini 350.000 lagi targetnya. Saya minta tadi ke BP Tapera untuk membuat strategi sehingga betul-betul bisa tercapai target itu,” tegas Purbaya dalam rapat Komite Tapera di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Pada saat yang sama, dalam rangka meningkatkan kemampuan masyarakat berpenghasilan rendah memiliki huniannya layak, Purbaya menyinggung agar BP Tapera menggodok gagasan perpanjangan tenor cicilan rumah subsidi.
Adapun, skema tersebut bertujuan untuk memperlebar rentang cicilan sehingga beban bulanan yang ditanggung masyarakat menjadi jauh lebih murah.
“Jadi kita langsungkan kalau bisa 30 tahun saja biar mencicilnya lebih murah. Dan itu harusnya juga akan men-trigger perbankan swasta menawarkan servis yang sama sehingga target kita yang ke arah 8% semakin kelihatan,” jelasnya.
Baca Juga
- BP Tapera Catat Penyaluran Rumah Subsidi Capai 19.741 Unit hingga Februari 2026
- Pengembang Respons Program Gentengisasi, Harga Rumah Subsidi Bakal Naik?
- Himperra Target Pengembangan Rumah Subsidi 60.000 Unit
Sebelumnya, Kemenkeu mencatat realisasi penyaluran rumah subsidi melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mencapai Rp29,2 triliun sepanjang 2025.
Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono menjelaskan bahwa realisasi tersebut hanya mencapai 82,9% dari total pagu yang disediakan sepanjang 2025 sebesar Rp34,64 triliun.
"Ini kontribusi APBN terhadap perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di sini bisa kita lihat realisasi program KPR FLPP sebesar Rp29,20 triliun,” jelasnya dalam Konferensi Pers APBN Kita di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Secara kuantitas, total unit yang tersalurkan sepanjang 2025 hanya sebesar 278.868 unit dari total kuota yang disediakan sebesar 350.000 unit.


/https%3A%2F%2Fcdn-dam.kompas.id%2Fphoto%2Fori%2F2026%2F02%2F24%2F30c5ee4f-db4a-4b26-947b-4d85dce9c7f3.jpg)

