Seorang bayi laki-laki bernama Hugo mungkin belum menyadari bahwa kelahirannya telah mencatatkan sejarah penting dalam dunia medis. Ia menjadi bayi pertama di Inggris yang lahir dari ibu penerima transplantasi rahim dari donor yang telah meninggal dunia.
BBC melaporkan Ibu Hugo, Grace Bell, terlahir tanpa rahim akibat sindrom langka bernama Mayer-Rokitansky-Küster-Hauser (MRKH). Kondisi genetik ini menyebabkan rahim dan bagian atas vagina tidak berkembang sempurna. Biasanya, sindrom ini baru terdeteksi saat remaja tidak mengalami menstruasi pertama di usia pubertas.
MRKH memiliki beberapa tipe, dan dalam sejumlah kasus, organ lain juga bisa terdampak. Namun, seluruh pengidap kondisi ini tidak memiliki rahim yang berfungsi, sehingga tidak memungkinkan untuk hamil secara alami.
Harapan baru datang melalui prosedur transplantasi rahim, sebuah terobosan medis yang dalam satu dekade terakhir menunjukkan hasil menjanjikan. Kelahiran pertama dari transplantasi rahim terjadi pada 2014.
Setahun kemudian, seorang bayi lahir dari rahim yang sebelumnya pernah mengandung ibunya sendiri, setelah sang nenek mendonorkan rahimnya kepada putrinya yang kehilangan organ tersebut akibat kanker. Pada 2018, dunia medis mencatat kelahiran pertama dari transplantasi rahim donor yang telah meninggal dunia.
Di Inggris, transplantasi rahim dari donor hidup pertama yang berujung kelahiran terjadi pada April 2025. Namun, Hugo menjadi bayi pertama di negara itu yang lahir dari rahim donor yang telah meninggal, dan diperkirakan baru bayi ketiga di Eropa dengan prosedur serupa.
Bell menyampaikan rasa terima kasihnya. Ia juga berharap prosedur ini kelak dapat diakses lebih luas.
"Tak ada kata yang cukup untuk berterima kasih kepada pendonor dan keluarganya. Kebaikan dan ketulusan mereka kepada orang asing adalah alasan saya bisa mewujudkan impian seumur hidup untuk menjadi seorang ibu," ujarnya, dikutip IFLScience. "Saya berharap suatu hari nanti opsi menjadi ibu lewat cara ini bisa jauh lebih mudah diakses, sehingga lebih banyak orang mendapat kesempatan yang sama seperti saya."
Bell menjadi perempuan pertama yang melahirkan dari rahim donor dalam program riset transplantasi yang didanai badan amal Womb Transplant UK. Program ini menargetkan total 10 transplantasi dari donor meninggal dunia.
Karena prosedur ini masih bersifat eksperimental dan belum termasuk dalam skema donasi organ rutin, diperlukan izin khusus dari keluarga donor. Orang tua donor menyampaikan kebanggaan mereka.
"Sebagai orang tua, kami sangat bangga atas warisan yang ia tinggalkan, warisan kasih sayang, keberanian, dan cinta yang terus menyentuh kehidupan orang lain bahkan setelah kepergiannya," katanya. "Kami mendorong orang lain untuk mempertimbangkan donasi, agar lebih banyak orang yang sangat membutuhkan bisa mendapatkan kesempatan hidup, seperti yang putri kami harapkan dengan tulus."
Pendiri Womb Transplant UK sekaligus salah satu pimpinan proyek ini, Richard Smith, mengaku terharu menyaksikan momen kelahiran Hugo.
"Saya sangat bahagia untuk Grace, Steve (Powell, pasangannya), dan keluarga mereka. Sungguh luar biasa bisa berada di sana saat Hugo lahir ke dunia, setelah perjalanan panjang bersama keluarga ini dan bertahun-tahun riset yang membawa kami ke momen ini," ujar Smith.
Sebagai bentuk penghormatan, Hugo diberi nama tengah Richard. Ucapan selamat juga datang dari Tim Orchard, Kepala Eksekutif Imperial College Healthcare NHS Trust. Ia menyampaikan apresiasi khusus kepada Profesor Richard Smith, Bryony Jones, dan tim maternitas di Queen Charlotte's and Chelsea Hospital.
"Saya sangat senang kami bisa menyambut kelahiran bayi Hugo di rumah sakit kami," kata Orchard.





