Musim hujan seringkali membawa suasana yang lebih tenang dan sejuk di rumah. Namun, ada satu hal yang kerap terlewatkan dan tanpa sadar mengintai kesehatan, yaitu kelembapan udara.
Bagi yang sering Work From Home (WFH), atau young parents yang ingin memastikan si Kecil selalu sehat, kualitas udara di dalam rumah memegang peran besar dalam menciptakan suasana yang benar-benar nyaman dan sehat. Apalagi, di bulan-bulan seperti Januari hingga Maret, tingkat kelembapan udara di Indonesia seringkali sangat tinggi, jauh di atas batas ideal.
Lantas, apa saja bahaya udara lembap yang berlebihan bagi kesehatan kita dan bagaimana cara mengatasinya?
3 Bahaya Tersembunyi Udara Lembap di RumahDi Indonesia, tingkat kelembapan udara rata-rata bisa mencapai 87% hingga 90% pada bulan Januari, padahal angka idealnya adalah di kisaran 45-65%. Kelembapan yang terlalu tinggi ini bisa memicu berbagai masalah, baik pada rumah maupun kesehatan kita.
1. Memicu Pertumbuhan Jamur dan TungauKelembapan adalah lahan subur bagi pertumbuhan jamur dan munculnya tungau. Jamur bisa muncul di berbagai area rumah yang rentan lembap, seperti kamar tidur, lemari pakaian, kamar mandi, hingga ruang keluarga.
Bagi kesehatan, spora jamur dan tungau yang terhirup dapat memicu reaksi alergi, masalah pernapasan, hingga memperburuk kondisi bagi penderita asma. Udara yang lembap juga terasa lebih berat dan pengap.





