KCI masih melakukan penelusuran terkait video dugaan seorang wanita yang menjadi korban pelecehan seksual di dalam rangkaian gerbong KRL rute Jakarta Kota-Bogor, yang beredar di media sosial. Penelusuran dilakukan untuk mengidentifikasi pelaku.
"Saat ini kami sudah melakukan tindak lanjut dengan melakukan proses penelusuran terduga pelaku sesuai yang diceritakan korban," kata Manager Public Relations KAI Commuter, Leza Arlan, Jumat (27/2/2026).
Apabila terduga pelaku sesuai, akan dimasukkan ke dalam pusat data. Nantinya, analisis dari CCTV akan dilakukan untuk merekam wajahnya.
"Apabila terduga pelaku sesuai maka akan dimasukkan ke dalam data base CCTV analytic. CCTV analytic merupakan CCTV yang dapat merekam wajah," jelasnya.
Setelah itu, terduga pelaku akan di-blacklist dan tidak bisa menggunakan commuter line. Apabila terduga pelaku masuk, maka akan terdeteksi melalui rekaman wajah CCTV.
"Terduga pelaku akan di-blacklist tidak dapat menggunakan commuter line. Notifikasi akan muncul apabila terduga pelaku masuk stasiun melalui rekaman wajah dari CCTV analytic," bebernya.
Sebelumnya, video seorang wanita yang mengaku menjadi korban pelecehan seksual di dalam rangkaian gerbong KRL rute Jakarta Kota-Bogor, beredar di media sosial. Wanita itu bercerita kepada petugas di Stasiun Cilebut.
Dalam video yang dilihat, wanita itu bercerita bahwa mulai naik dari Stasiun Manggarai. Di tengah perjalanan, dia mulai merasakan ada sentuhan fisik.
Namun, wanita itu tak menggubrisnya karena dia berpikir sentuhan tersebut berasal dari tas penumpang lain. Sampai salah satu pria yang diduga pelaku berbicara kepada wanita itu.
Pria itu, menurut cerita wanita, menanyakan dengan santai kepadanya. Pria itu menanyakan apakah wanita itu marah saat alat kelaminnya digesek saat di perjalanan.
Wanita itu mengatakan bahwa penumpang lainnya tidak ada yang menolongnya dan hanya melihat ke arahnya. Hingga akhirnya dia memutuskan turun di Stasiun Cilebut dan melaporkan kejadian itu kepada petugas.
Dikonfirmasi, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Karina Amanda mengatakan peristiwa itu terjadi pada tanggal 22 Januari lalu. Pihaknya sudah menindaklanjuti laporan korban.
"Kami langsung menindaklanjuti laporan tersebut. KAI Commuter tentunya selalu siap memberikan dukungan penuh untuk melindungi dan mendampingi korban dalam melanjutkan proses hukumnya kepada pihak berwajib," ucapnya.
(rdh/yld)





