Pemkot Semarang Gerak Cepat Bantu Rehab Rumah Rusak Akibat Puting Beliung di Gisikdrono

jpnn.com
6 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, SEMARANG - Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng meninjau langsung rumah warga yang mengalami kerusakan akibat angin puting beliung di RT 07 RW 12, Kelurahan Gisikdrono, Kecamatan Semarang Barat pada Rabu (25/2).

Kerusakan rumah warga tersebut dipicu hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang yang melanda wilayah Semarang Barat pada sore hingga malam hari.

BACA JUGA: Ekonomi Tumbuh, Kebijakan dan Langkah Pemkot Semarang Dinilai Jempolan

Kondisi cuaca ekstrem itu menyebabkan bagian atap rumah warga rusak, hingga sebagian material bangunan roboh.

Dalam tinjauannya, Agustina menyampaikan Pemerintah Kota Semarang bergerak cepat begitu menerima laporan dari warga dan aparatur wilayah.

BACA JUGA: Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pimpin Aksi Bersih Sungai di Kali Tawang Mas

“Kami menerima laporan adanya rumah warga di Gisikdrono yang terdampak angin kencang disertai hujan deras. Malam itu juga jajaran kecamatan, kelurahan, BPBD, serta dinas terkait langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dan penanganan awal,” ujar Agustina dalam keterangannya, Jumat (27/2).

Berdasarkan data sementara, kerusakan meliputi atap rumah terlepas, kerusakan struktur ringan hingga sedang, serta perlunya perbaikan pada bagian bangunan yang terdampak langsung.

BACA JUGA: Wali Kota Semarang Ajak Warga Memperkuat Kebersamaan dan Sukseskan MTQ Nasional 2026

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Langkah cepat yang telah diambil Pemkot Semarang antara lain pendataan kerusakan, penyaluran bantuan logistik darurat, serta distribusi terpal untuk melindungi bagian rumah yang rusak dari hujan susulan.

“Kami pastikan warga yang terdampak akan mendapat bantuan sesuai ketentuan. Pemerintah harus hadir ketika masyarakat mengalami musibah,” tegas Agustina.

Dirinya juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

Warga diminta memastikan kondisi atap rumah aman, memangkas dahan pohon rawan tumbang, serta segera melapor ke perangkat wilayah jika menemukan potensi bahaya.

“Kami tidak bisa menghindari cuaca ekstrem, tetapi kita bisa meminimalkan dampaknya. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci,” pungkasnya.

Dengan respons cepat di lapangan, Pemerintah Kota Semarang berkomitmen memastikan keselamatan warga sekaligus memperkuat ketahanan kota terhadap risiko bencana hidrometeorologi. (mrk/jpnn)


Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Jerat Pegawai Bea Cukai Jadi Tersangka, Langsung Ditangkap
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Polisi Terjunkan 3.093 Personel Kawal Demo BEM UI di Mabes Polri Hari Ini (27/2)
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Akhiri Lawatan ke 4 Negara, Prabowo Mendarat di Jakarta Usai Giat Diplomasi Global
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Lestari Moerdijat: Bencana Uji Solidaritas dan Kesetiaan pada Nilai Kebangsaan
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Atasi Fragmentasi Aplikasi, Pemerintah Luncurkan Rencana Induk Digital 2025–2045
• 5 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.