FAJAR, JAKARTA – Jurgen Klopp secara mendadak dikabarkan segera meninggalkan jabatannya di Red Bull. Hal ini memicu rumor panas bahwa ia sedang dalam perjalanan (OTW) menuju Real Madrid. Bakal menggantikan posisi Xabi Alonso.
Padahal Klopp baru setahun menjabat sebagai Kepala Sepak Bola Global di Red Bull. Mantan juru taktik Liverpool ini disebut-sebut siap kembali ke pinggir lapangan. Itu akan dilakukan jika tawaran dari Santiago Bernabeu benar-benar mendarat di mejanya.
Sejak memutuskan rehat dari dunia kepelatihan dua tahun lalu, Klopp sebenarnya tampak menikmati peran barunya di balik meja.
Namun, laporan dari Salzburger Nachrichten via Football Espana mengindikasikan bahwa kerja sama antara Klopp dan raksasa minuman energi tersebut akan berakhir lebih cepat dari kontrak orisinalnya yang berlaku hingga 2029.
Klopp yang kini berusia 58 tahun awalnya diberi mandat untuk menyusun cetak biru kesuksesan klub-klub dalam jaringan Red Bull. Namun, kabarnya proyek ambisius tersebut tidak berjalan sesuai dengan ekspektasi awal.
Makanya, pihak Red Bull dilaporkan tidak akan mempersulit langkah Klopp jika ia ingin kembali melatih pada musim panas mendatang.
Sebagai antisipasi, nama pelatih Crystal Palace, Oliver Glasner, santer dikabarkan menjadi kandidat kuat pengganti Klopp di struktur manajemen Red Bull.
Real Madrid dan Opsi Kembali
Ketidakpastian di kursi kepelatihan Real Madrid menjadi pemantik utama rumor ini. Masa jabatan Xabi Alonso yang dinilai belum memenuhi harapan, serta situasi Alvaro Arbeloa yang masih mengambang, membuat manajemen Los Blancos mulai melirik figur pemimpin yang karismatik.
Bagi Klopp, Real Madrid disebut sebagai salah satu dari dua pelabuhan impian yang bisa membuatnya membatalkan keputusan pensiun. Adapun opsi lainnya adalah menukangi tim nasional Jerman.
“Real Madrid dipandang sebagai peran yang sangat mungkin dipertimbangkan Klopp dalam kondisi yang tepat,” tulis laporan tersebut.
Jika Klopp benar-benar mendarat di Madrid, ini akan menjadi salah satu transfer pelatih paling fenomenal dalam sejarah sepak bola modern, sekaligus menandai kembalinya sang maestro Gegenpressing ke kompetisi kasta tertinggi Eropa. (*)





