TABLOIDBINTANG.COM - Harry Styles blak-blakan mengungkap momen tak terduga yang terjadi saat pemakaman sang nenek, Beryl Styles. Pelantun “Watermelon Sugar” itu mengaku tak bisa menahan tawa di tengah suasana duka.
Pemenang Grammy berusia 32 tahun tersebut tengah bersiap merilis album studio keempatnya bertajuk Kiss All The Time. Disco, Occasionally pada 6 Maret mendatang. Menjelang perilisan, Harry duduk berbincang di siniar Royal Court milik influencer Amerika Brittany Broski, di mana ia menjawab berbagai pertanyaan ringan hingga yang cukup personal.
Dalam percakapan itu, mantan personel One Direction tersebut mengenang momen saat neneknya meninggal dunia pada 2014 di usia 86 tahun. Saat itu, Harry baru berusia 20 tahun.
Ia menceritakan bahwa ketika peti sang nenek menuju ruang kremasi, lagu “The Long and Winding Road” milik The Beatles mulai diputar di latar belakang. Alih-alih larut dalam kesedihan, Harry justru merasa geli.
“Aku ingat berada di pemakaman nenekku, dan saat peti dimasukkan ke dalam tempat kremasi, terdengar ‘the long and winding road’, dan itu membuatku tertawa,” ujarnya.
Meski mengakui tindakannya tidak pantas, Harry mengatakan momen tersebut justru membuat pikirannya mengembara pada ide lagu-lagu yang terasa “tidak tepat” untuk suasana kremasi.
“Rasanya sangat tidak pantas. Lalu aku mulai memikirkan lagu-lagu kremasi yang tidak pantas… dan aku jadi keterusan,” tambahnya.
Pelantun “Adore You” itu bahkan mengaku menyukai gagasan tentang soundtrack kremasi yang nyeleneh. Ia menyebut beberapa contoh, seperti “Ring of Fire” milik Johnny Cash, “Relight My Fire” dari Dan Hartman, serta “Disco Inferno” milik The Trammps.
Harry sendiri kembali menjadi sorotan publik pada Januari 2026 setelah vakum dari dunia hiburan selama tiga tahun.




