VIVA – Pakar keuangan sepak bola Kieran Maguire menyebut Manchester City berpotensi dikenai pengurangan 40 hingga 60 poin jika terbukti bersalah atas 115 dakwaan kasus Financial Fair Play di Liga Inggris.
Pengurangan 60 poin dinilai bisa berujung degradasi pada musim ini.
Pernyataan itu disampaikan Maguire dalam program The Overlap saat membahas kemungkinan hukuman yang dapat dijatuhkan kepada klub asuhan Pep Guardiola tersebut.
Maguire mengatakan proses penanganan kasus tersebut diperkirakan selesai dalam beberapa bulan ke depan. Namun, ia menekankan bahwa tuduhan yang dihadapi City sangat serius dan melibatkan banyak bukti yang harus diteliti secara menyeluruh.
- ManCity.com
“Kami memiliki lebih dari 115 dakwaan. Jika Manchester City terbukti bersalah karena tidak kooperatif, kemungkinan mereka akan mendapatkan denda signifikan atau bahkan pengurangan poin,” ujar Maguire dikutip dari PlanetFootball.
Ia mencontohkan preseden kasus yang menimpa Everton dan Nottingham Forest, yang masing-masing mendapat pengurangan enam dan empat poin untuk satu pelanggaran dalam periode tiga tahun. Sementara itu, tuduhan terhadap City mencakup periode sembilan tahun, sehingga dinilai jauh lebih besar skalanya.
Menurut Maguire, agar konsisten dengan keputusan sebelumnya, pengurangan poin antara 40 hingga 60 poin dapat dianggap logis. Ia menyebut jumlah tersebut cukup signifikan dan berpotensi memengaruhi posisi akhir klub secara drastis.
Simulasi terhadap lima musim terakhir menunjukkan bahwa jika City dikurangi 60 poin, mereka hanya akan bertahan pada musim 2023-2024. Pada musim lainnya, pengurangan sebesar itu akan membuat mereka terdegradasi. Dengan skenario pengurangan 60 poin musim ini, City diproyeksikan berada di posisi ke-20 dengan minus empat poin.
Bahkan jika City memenangi seluruh 11 pertandingan tersisa, perolehan maksimal mereka hanya akan mencapai 29 poin. Angka tersebut dinilai hampir pasti tidak cukup untuk bertahan di Liga Inggris, mengingat ambang batas aman degradasi dalam beberapa musim terakhir berada di atas angka tersebut.
Meski demikian, peluang bertahan masih terbuka apabila hukuman yang dijatuhkan lebih ringan dari proyeksi 60 poin. Hingga kini, proses hukum terkait 115 dakwaan tersebut masih berjalan dan belum ada keputusan final dari otoritas Liga Inggris.





