Diduga Tempat Prostitusi, Pemkot Jaktim Tutup 2 Akses Taman Kota Cawang

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur menutup permanen dua titik akses masuk Taman Kota di kawasan Cawang, Kebon Pala, Makasar. Sebab, diduga menjadi tempat prostitusi sesama jenis saat malam hari.

"Ada dua titik yang hari ini kita coba tutup secara permanen dengan pengecoran, bekerja sama dengan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota," kata Camat Makasar Dimas Prayudi dikutip dari Antara, Jumat, 27 Februari 2026.

Penutupan akses itu dilakukan secara terpadu bersama dengan jajaran lintas instansi, yang melibatkan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota, pihak kelurahan, serta unsur tiga pilar yang terdiri dari Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Kebon Pala.

"Kita mencoba mengurangi dampak kerawanan sosial di lokasi taman yang ada di Kelurahan Kebon Pala, Kecamatan Makasar, karena ada beberapa informasi dan perhatian masyarakat berkaitan dengan penyalahgunaan fungsi taman di lokasi ini," jelas Dimas.

Baca Juga :

Truk Hantam Separator Busway di Jalan S Parman Jakbar
Tak hanya itu, bagian pagar taman yang berbatasan dengan area tol juga turut menjadi perhatian. Personel gabungan menemukan celah pada pagar yang kerap digunakan warga untuk masuk ke area taman secara tidak resmi.

Pada hari yang sama, petugas langsung melakukan pengelasan untuk menutup akses tersebut. "Hari ini, kita coba las karena memang ada beberapa aktivitas warga yang menggunakan celah itu untuk masuk ke area taman," ujar Dimas.

Menurut dia, taman tersebut sudah beberapa kali disinyalir disalahgunakan oleh pihak tertentu. Oleh karena itu, jajaran kecamatan bersama instansi terkait berupaya melakukan langkah preventif agar taman tersebut kembali berfungsi sebagaimana mestinya.

Jajaran Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Timur bersama sejumlah personel lainnya menutup permanen dua titik akses masuk Taman Kota di kawasan Cawang. Foto: Antara.

"Harapan kami, masyarakat, khususnya di Jakarta Timur, bisa memanfaatkan taman sesuai dengan fungsinya. Kalau ada tindakan negatif atau penyalahgunaan, kita ingin itu bisa dikurangi," ujar Dimas.

Sebelumnya, viral di media sosial Instagram @ijoel yang memperlihatkan sekumpulan remaja laki-laki masuk ke Taman Kota di kawasan Cawang melalui pinggiran pagar.

"Di taman sini sering jadi tempat kumpul cowo-cowo entah cowo bagaimana, saya tidak tau indikasinya mereka apa, setiap malam di atas jam 01.00 WIB pagi, mereka kumpul terus masuk ke taman entah ngapain sampai jam 02.00 pagi," ucap seseorang yang mengambil video di lokasi, seperti dikutip Instagram @ijoel. 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolda Maluku Pimpin Perjanjian Damai Fiditan, Senjata Tajam-Molotov Diserahkan
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Tanggul Bambu Dinilai Jadi Biang Kerok Banjir Karawang
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
WIKA Raih ESG Score 64/100 dari S&P Global Sustainable 2025
• 1 jam laludetik.com
thumb
Datangi Kantor DPRD, PMII Desak Evaluasi Total SPPG Bulukumba
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Putra Justin Trudeau Restui Hubungan Sang Ayah dengan Katy Perry
• 15 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.