Kemenperin Fokus Tingkatkan Kapasitas dan Ekspor Perhiasan Indonesia

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk memperkuat industri perhiasan nasional, baik dari sisi produksi maupun ekspor. melalui kebijakan dan program strategis.

Salah satu langkah yang ditempuh adalah memperluas akses promosi serta jejaring bisnis IKM perhiasan dengan memfasilitasi untuk keikutsertaan dalam pameran berskala internasional. Ajang tersebut adalah Jakarta International Jewellery Fair (JIJF) 2026 yang berlangsung pada 12–15 Februari 2026 di Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC).

“Kementerian Perindustrian akan terus mengupayakan program dan kebijakan strategis yang mendukung pelaku industri perhiasan nasional melalui perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas, serta pengembangan ekspor. Dukungan ini diharapkan mampu memperkuat daya saing industri perhiasan Indonesia di tengah dinamika pasar global,” uja Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, dikutip dari siaran pers Kemenperin, Jumat (27/2).

Melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA), berbagai program dan kebijakan strategis telah dilaksanakan sepanjang tahun 2025 untuk mendukung penguatan industri perhiasan. Program tersebut meliputi pemberian akses promosi melalui partisipasi dalam pameran, pelaksanaan program e-Smart IKM, workshop ekspor bagi IKM perhiasan, fasilitasi Program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN), serta bimbingan teknis bagi pelaku industri perhiasan.

Upaya ini akan terus dilanjutkan pada tahun 2026 melalui program restrukturisasi mesin dan peralatan IKM, serta percepatan penerapan transformasi industri 4.0 guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing industri perhiasan nasional.

Industri perhiasan merupakan salah satu sektor strategis yang memberikan kontribusi signifikan terhadap devisa negara. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), capaian ekspor kumulatif barang perhiasan dan barang berharga pada Januari hingga November 2025 mencapai USD 8,4 miliar. Nilai tersebut bahkan lebih besar 65,29% dibandingkan capaian ekspor sepanjang tahun 2024 (Januari–Desember) yang sebesar USD 5,5 miliar. Peningkatan ini menunjukkan daya saing industri perhiasan nasional yang terus menguat di pasar global.

Lebih lanjut, Menperin menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat ekosistem industri perhiasan melalui peningkatan produktivitas, pemanfaatan teknologi dan transformasi industri 4.0, perluasan akses pasar ekspor, serta penguatan kemitraan antara IKM dan industri besar guna menciptakan struktur industri yang lebih kokoh dan berkelanjutan.

Baca Juga: Industri Pencetakan dan Alat Angkutan Catat Nilai IKI Tertinggi

“Dengan sinergi yang solid antara pemerintah dan pelaku usaha, kami optimis industri perhiasan nasional akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Pengusaha Emas dan Permata Indonesia (APEPI) atas konsistensinya dalam penyelenggaraan pameran berskala nasional dan internasional yang memberikan ruang promosi bagi pelaku industri perhiasan, khususnya IKM Perhiasan.

“Penyelenggaraan Jakarta International Jewellery Fair yang diselenggarakan oleh APEPI ini menjadi ajang strategis bagi pelaku industri perhiasan, mulai dari produsen, distributor, toko perhiasan, perusahaan permesinan, desainer, hingga IKM perhiasan untuk memperluas akses pasar, menjalin kemitraan bisnis, serta mengikuti perkembangan tren dan inovasi industri,” ujar Reni pada pembukaan Pameran JIJF, di Jakarta (12/2).

“Pemerintah berkomitmen menciptakan iklim usaha yang kondusif dengan menghadirkan regulasi perlindungan Kekayaan Intelektual yang efektif, serta memperluas edukasi kepada masyarakat mengenai nilai strategis Kekayaan Intelektual,” ujar Dirjen IKMA.

Reni menyampaikan pada JIJF 2026, Kemenperin berkolaborasi bersama APEPI memberikan fasilitasi booth pameran kepada 10 IKM perhiasan yang telah melalui serangkaian tahapan seleksi dan kurasi. IKM tersebut berasal dari berbagai daerah, antara lain Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), DKI Jakarta, dan Banten, dengan produk unggulan berupa perhiasan mutiara dan batu mulia.

“Beberapa IKM yang berpartisipasi antara lain Dian Art Accessories (Jawa Timur), Echa Pearl (NTB), Mutiara Lombok Waidah (NTB), Ana Pearls (NTB), Bhumi Pearl Jewelry (NTB), Fahmi Accessories (DKI Jakarta), Setia Pearl (NTB), Akram Mutiara Lombok (NTB), Diftria Art (Banten), serta M&M Pearls (NTB). Fasilitasi ini bertujuan agar IKM mampu memperluas cakupan pasar dan jejaring bisnisnya,” ucap Reni.

Lebih lanjut, Reni berharap acara ini tidak hanya menjadi ajang promosi dan transaksi bisnis, tetapi juga mendukung para perajin lokal dan mengapresiasi keragaman budaya Indonesia melalui karya-karya perhiasan yang dihasilkan.

“Kami berharap partisipasi ini tidak hanya meningkatkan transaksi jangka pendek, tetapi juga mampu menginspirasi dukungan terhadap perajin lokal sekaligus membuka peluang kemitraan berkelanjutan dengan buyer nasional maupun internasional”, ucap Reni.

Baca Juga: Menperin: Sertifikasi Halal Jadi Strategi Perluas Pasar dan Perkuat Kepercayaan Konsumen

Direktur Industri Aneka, Reny Meilany, mengungkapkan selama penyelenggaraan Pameran JIJF 2026, sebanyak 10 IKM perhiasan yang memperoleh fasilitasi booth berhasil mencatatkan jumlah penjualan sebesar Rp463.829.000. “Capaian ini menunjukkan bahwa IKM perhiasan mampu bersaing dalam ajang pameran berskala nasional maupun internasional,” terang Reny.

“Kami berharap para IKM binaan tersebut, tidak hanya mendapatkan manfaat ekonomi, namun juga manfaat dalam bentuk wawasan dan informasi, pengalaman, serta jejaring bisnis potensial untuk keberlanjutan bisnis di masa mendatang,” pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Danantara Umumkan Pemenang Lelang Proyek Sampah Jadi Listrik Pekan Kedua Maret
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Menkes Cek Pembangunan RSUD Kota Bima, Target Diresmikan Agustus 2026
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Kemenkum Sebut Anak Penerima LPDP yang Viral Tinggal di Inggris Seharusnya WNI, Ini Alasannya
• 20 jam lalukompas.tv
thumb
THR PNS Bebas Pajak, Kok Bisa?
• 6 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Sapu Bersih! Semua Wakil Liga Inggris Lolos ke 16 Besar Kompetisi Antarklub Eropa
• 7 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.