Bos Danantara Temui Pimpinan Perusahaan Manajemen Investasi di AS, Ini yang Dibahas

idxchannel.com
4 jam lalu
Cover Berita

CEO Danantara Indonesia Rosan Roeslani melangsungkan pertemuan dengan pimpinan Related Fund Management (RFM) dalam lawatan delegasi RI ke Washington.

Bos Danantara Temui Pimpinan Perusahaan Manajemen Investasi di AS, Ini yang Dibahas. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani melangsungkan pertemuan dengan pimpinan Related Fund Management (RFM) dalam lawatan delegasi RI ke Washington pada awal pekan ini.

Rosan menekankan pertemuan dengan bos korporasi manajemen investasi ini terkait pembahasan pengembangan kawasan properti yang bisa dikonsolidasikan oleh Danantara.

Baca Juga:
CEO Danantara Temui Pimpinan Moody's, Pastikan Ketahanan Ekonomi RI Terjaga

"Kami membahas potensi kolaborasi pengembangan properti dan kawasan bersama Danantara," ujar Rosan dalam unggahan Instagram resminya @rosanroeslani, dikutip Jumat (27/2/2026).

Dia menuturkan diskusi maupun interaksi dengan korporasi global demi menunjukkan kepada dunia internasional tentang ketahanan ekonomi nasional. 

Baca Juga:
Danantara Gandeng Arm Limited, 15 Ribu Insinyur RI Bakal Dilatih Kuasai Desain Chip

"Semangat kolaborasi yang terus menambah keyakinan investor global terhadap stabilitas dan masa depan pertumbuhan ekonomi Indonesia," kata Rosan.

Baca Juga:
Perkuat Armada dan Permodalan, Danantara Pastikan Garuda Optimalkan Kinerja di 2026

Related Fund Management merupakan salah satu di antara 12 pihak yang ditemui Presiden Prabowo Subianto di sela-sela perjanjian tarif dagang AS-Indonesia, yang berlangsung pada Jumat (20/2/2026) di Washington DC.

Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Kabinet, Prabowo dalam pertemuan itu membuka peluang investasi dalam memperbesar rantai ekonomi dan lapangan pekerjaan untuk kepentingan Indonesia.

Sebelumnya pula, Danantara menyepakati perjanjian kerangka kerja dengan perusahaan teknologi global, ARM Limited, di London, Inggris, Senin (23/2/2026). 

Kesepakatan ini digadang-gadang menandai komitmen besar pemerintah dalam mendorong penguasaan teknologi semikonduktor sebagai bagian dari transformasi ekonomi berbasis inovasi menuju visi Indonesia Emas 2045.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kasus Suspek Campak Naik Tajam Awal 2026, Kemenkes Minta Warga Waspada dan Kenali Gejalanya
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Polda NTB Selidiki Dugaan Eksploitasi Seksual oleh WN Selandia Baru di Lombok Barat
• 4 jam lalupantau.com
thumb
Potret Tukang Sol Jalanan: Penghasilan Tak Menentu, Diminta Jatah Ormas
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Penataan Jalan Rasuna Said Pakai Konsep Complete Street
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Isuzu Menatap 2026 Optimistis, Strategi Matang Sudah Disiapkan
• 5 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.