Anggaran Terbatas, Taman Bermain Anak di Cilincing Terbengkalai

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Di tengah sibuknya kendaraan berat berlalu lalang di atas Jembatan Lestari, Cilincing, Jakarta Utara, suara teriakan anak-anak yang sedang bermain perosotan terdengar jelas.

Anak-anak tersebut ternyata sedang asik bermain di taman yang berada persis di bawah Jembatan Lestari Cilincing.

Beberapa anak terlihat sedang asik berseluncur di perosotan setinggi tiga meter secara berganti-gantian.

Sedangkan sebagian lagi, memilih untuk bermain bermain jungkat-jungkit dan beberapa alat fitness outdoor di samping perosotan.

Sementara para orangtua duduk manis di bangku besi taman, sambil memerhatikan buah hatinya yang sedang bermain.

Berada di bawah jembatan dan ditumbuhi banyak pohon tinggi, membuat Taman Lestari sering kali tak terlihat.

Di sisi lain, taman ini terlihat begitu usang karena fasilitasnya banyak yang rusak. Mulai dari bangku yang besinya sudah hilang dan keropos termakan usia, perosotan plastik yang area tengahnya sudah berlubang, namun ditambal dengan selotip.

Kemudian, alat fitness outdoor yang besinya sudah berkarat dan bangkunya sangat berdebu, serta lain sebagainya.

Baca juga: Taman Lestari Cilincing Memprihatinkan, Fasilitas Rusak dan Tak Ramah Anak

Terbatasnya anggaran

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Jakarta Utara Reina Camelia, angkat bicara mengenai penyebab terbengkalainya Taman Lestari Cilincing.

Salah satu penyebabnya adalah terbatasnya anggaran, meski rencana penataan atau revitalisasi sudah diajukan dari jauh-jauh hari.

"Sudah pernah diusulkan penataannya, namun masih tertunda karena ada prioritas lain yang harus diutamakan dan keterbatasan anggaran juga," kata Reina ketika dihubungi Kompas.com, Kamis (26/2/2026).

Namun, Reina memastikan bahwa Taman Lestari Cilincing tidak sepenuhnya terbengkalai, karena masih terus dirawat dan dijaga kebersihannya oleh para petugas dari PPSU dan Sudin Pertamanan.

Bahkan, sampai saat ini berbagai upaya perbaikan dan peningkatan kualitas ruang terbuka hijau tersebut sudah dilakukan.

Tapi, memang sampai saat ini hasilnya belum maksimal. Hal itu disebabkan karena masyarakat sekitar tak mau ikut serta dalam menjaga taman.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Banyak warga atau pengunjung yang justru membuang sampah ke dalam area taman, sehingga membuat ruang terbuka hijau ini selalu kotor, meski sudah rutin dibersihkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
DPRD DKI Kritik Impor 3.100 Sapi oleh Pramono Anung, Dinilai Tak Sejalan UU Pangan
• 19 jam lalusuara.com
thumb
Jabar Diproyeksi Serap 7,5 Persen Penjualan Toyota Veloz Hybrid EV Nasional
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Tanpa Izin Hutan, Empat Tambang Nikel Besar di Malut Lolos dari Jerat Pidana?
• 1 jam lalukatadata.co.id
thumb
Seskab: Presiden MBZ tegaskan siap tingkatkan investasi di Indonesia
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
MBG Jadi Sorotan, Said Abdullah Tegaskan Tak Ada Relokasi Anggaran Pendidikan
• 8 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.