Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi II DPR RI sekaligus Ketua Bappilu PKS, Mardani Ali Sera, menanggapi rencana pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai Rp 8,5 miliar. Ia menilai penggunaan anggaran sebesar itu tidak mencerminkan sikap seorang pemimpin.
“Pemimpin itu hadir untuk melayani. Leaders eat last,” ujar Mardani, dalam keterangan yang dikutip, Jumat (27/2/2026).
Menurutnya, kebutuhan pejabat mestinya disesuaikan dengan empati terhadap kondisi masyarakat. Karena itu, ia menilai angka miliaran rupiah untuk satu unit kendaraan tidak tepat secara logika maupun etika.
Sementara itu, Sekda Kaltim Sri Wahyuni memberikan penjelasan terkait rencana pengadaan tersebut. Dilansir Antara, Selasa (24/2/2026), ia menyampaikan bahwa usulan mobil dinas telah melalui kajian kebutuhan operasional gubernur, terutama untuk menjangkau wilayah Kaltim yang memiliki medan berat.
Sri mencontohkan kunjungan gubernur ke wilayah Bongan, di mana medan jalan yang ekstrem mengharuskan kendaraan dengan kemampuan khusus.
“Pak Gubernur ingin memastikan persoalan di lapangan bisa dipantau langsung. Untuk mencapai lokasi dengan kondisi jalan seperti itu, diperlukan kendaraan yang kuat dan aman,” jelasnya.
Editor: Redaktur TVRINews





