Kataib Hizbullah, kelompok milisi Irak yang didukung Iran dan berpengaruh di negara tersebut, memerintahkan para petempurnya untuk bersiap menghadapi skenario perang panjang di Iran, jika Amerika Serikat (AS) benar-benar melancarkan serangan.
Dalam pernyataan terbarunya, seperti dilansir AFP, Jumat (27/2/2026), Kataib Hizbullah juga memperingatkan AS soal "kerugian besar" jika mereka memulai perang di kawasan tersebut.
Salah satu komandan kelompok bersenjata Irak itu mengatakan kepada AFP, bahwa kelompoknya "sangat mungkin" untuk campur tangan jika terjadi serangan terhadap Iran.
"Di tengah ancaman Amerika dan peningkatan militer yang menunjukkan eskalasi berbahaya di wilayah tersebut, diperlukan bagi semua petempur untuk bersiap menghadapi potensi perang atrisi yang panjang," kata Kataib Hizbullah dalam pernyataannya.
Seorang komandan Kataib Hizbullah, yang tidak disebut namanya, mengatakan kepada AFP, bahwa kelompoknya memandang Iran strategis bagi kepentingan mereka sendiri, dan oleh karena itu, setiap serangan terhadap Teheran "secara langsung mengancam kami".
Kelompok-kelompok bersenjata Irak, yang dikenai sanksi AS, tidak campur tangan selama perang 12 hari berkecamuk antara Iran dan Israel tahun lalu.
Namun kali ini, menurut komandan Kataib Hizbullah tersebut, kelompok mereka akan "mengurangi sikap menahan diri", terutama jika terjadi serangan yang bertujuan untuk menggulingkan rezim Iran.
(nvc/ita)




