REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat memastikan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) Seksi 3 dan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan akan dibuka secara fungsional saat arus mudik dan balik Lebaran 1447 Hijriah atau 2026. Langkah ini disiapkan untuk mengurai kepadatan lalu lintas menuju dan dari wilayah Jawa Barat.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Raydian Kokrosono mengatakan, Japek II Selatan diprioritaskan untuk arus balik.
- 305 Ribu Tiket KA Arus Mudik-Balik Lebaran di Daop 4 Semarang Telah Terjual
- Ada 4.870 Titik Jalan Berlubang di Jateng, Pemprov Tergetkan Mulus Sebelum Arus Mudik Lebaran
- Keliling Naik Motor, KDM Inspeksi Kondisi Jalan Jelang Ramadhan & Persiapan Arus Mudik, Ini Hasilnya
“Japek 2 Selatan dari hasil pengecekan terakhir dari Pak Kakorlantas dan Pak Kapolda itu akan dibuka fungsional, terutama pada saat arus balik,” ujar Raydian, Jumat (27/2/2026).
Menurut Raydian, pembukaan Japek II Selatan diharapkan dapat mengurai arus kendaraan dari arah Jawa Tengah menuju Jakarta. Sementara itu, Tol Bocimi Seksi 3 sepanjang 6 kilometer akan dibuka untuk membantu memecah kepadatan kendaraan di kawasan Parungkuda menuju Karangtengah.
.rec-desc {padding: 7px !important;}“Untuk Bocimi itu mudik dan balik, lihat situasional. Jadi yang menentukan nanti dari pihak tol ketika traffic counting dari mudik dan balik diperlukan untuk pembukaan fungsional tersebut, nanti kita sesuaikan,” kata Raydian.
Ia menambahkan, keputusan operasional tetap bergantung pada hasil penghitungan volume kendaraan dan evaluasi di lapangan.
Ditlantas Polda Jabar bersama jajaran Satlantas Polres se-Jawa Barat telah menggelar rapat koordinasi guna mendukung persiapan Operasi Ketupat. Sejumlah langkah dilakukan, mulai dari rakor lintas sektoral, survei lapangan, hingga integrasi dengan pemangku kepentingan terkait.
Raydian menyebutkan, skema pengamanan dan rekayasa lalu lintas dibagi dalam lima klaster jalur utama, yakni klaster tol, jalan arteri, kawasan wisata, tempat ibadah, serta penyeberangan bandara atau pelabuhan.
“Yang pertama adalah klaster tol, di wilayah kita ada Tol Trans Jawa dan tol-tol di sekitarnya. Kemudian yang kedua klaster jalan arteri,” ujarnya.
Di Jawa Barat, jalur arteri selatan menjadi salah satu titik yang kerap mengalami kepadatan saat musim mudik. Karena itu, simulasi rekayasa lalu lintas difokuskan pada sejumlah klaster prioritas untuk memastikan kelancaran arus kendaraan selama periode Lebaran.
Polda Jabar menegaskan kesiapan infrastruktur dan skema rekayasa lalu lintas akan terus dimatangkan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan pada puncak arus mudik dan balik 2026.




