Pakai Parfum di Leher Berisiko Sebabkan Gangguan Kelenjar Tiroid? Ini Kata Ahli

kumparan.com
7 jam lalu
Cover Berita

Menyemprotkan parfum di area tubuh yang lebih hangat, seperti leher, cenderung mampu membuat aromanya lebih tahan lama. Meski begitu, beberapa waktu terakhir, muncul kekhawatiran bahwa memakai parfum di area ini bisa menyebabkan gangguan kesehatan, termasuk gangguan kelenjar tiroid.

Kelenjar tiroid adalah bagian penting dari sistem endokrin atau sistem hormon. Organ kecil berbentuk seperti kupu-kupu ini terletak di bagian leher depan dan di dekat trakea. Kelenjar ini berfungsi untuk memproduksi dan melepaskan hormon-hormon penting seperti tiroksin dan triiodothyronine.

Lantas, apa kaitannya antara pemakaian parfum di leher dengan kelenjar tiroid? Menurut Pakai Multiomics Cancer dan Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi IPB University, dr. Agil Wahyu Wicaksono, MBiomed, secara ilmiah, ada indikasi hubungan antara memakai parfum di leher dengan gangguan kelenjar tiroid hingga gangguan hormon.

Parfum biasanya mengandung bahan-bahan seperti phthalates, paraben, dan triclosan. Bahan-bahan itu dapat diserap oleh kulit. Menurut Agil, bahan-bahan tersebut punya potensi mengganggu sistem hormon dan memengaruhi fungsi hormon tiroid.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa bahan triclosan dapat memengaruhi fungsi hormon tiroid, sementara sejumlah paraben juga berdampak pada keseimbangan sistem endokrin tubuh,” jelas Agil dalam keterangan yang diterima kumparanWOMAN.

Tingkat penyerapan bahan-bahan kimia tersebut ditentukan oleh frekuensi penggunaan, durasi penggunaan, sampai area pemakaian. Ketika parfum yang mengandung tiga bahan tersebut disemprotkan ke area tubuh dekat kelenjar tiroid, peluang efek kandungan itu terhadap tubuh juga meningkat.

“Area leher secara anatomis berada dekat dengan kelenjar tiroid dan memiliki kulit yang relatif tipis, sehingga paparan phthalates, paraben, dan triclosan yang berulang di lokasi ini secara teoritis dapat meningkatkan peluang efek zat tersebut secara lokal maupun sistemik,” imbuhnya.

Meski begitu, menyemprot parfum di area leher belum terbukti dapat menyebabkan penyakit berat seperti kanker tiroid. Sebab, hubungan antara kanker tiroid dengan gangguan kelenjar akibat pemakaian parfum di leher belum terbukti secara langsung dan masih bersifat hipotesis.

Lalu, pemakaian parfum di leher tidak langsung menyebabkan para perempuan jatuh sakit, Ladies. Agil menyebut, gangguan itu tidak terjadi secara instan dan cenderung terjadi perlahan. Tak hanya itu, tidak semua perempuan yang memakai parfum di leher akan mengalami gangguan tiroid tersebut.

“Tidak berarti setiap orang yang memakai parfum akan sakit. Namun, pemakaian berlebihan dan terus-menerus selama bertahun-tahun dapat meningkatkan risiko gangguan hormon, terutama pada ibu hamil, anak-anak dan remaja, serta orang dengan gangguan hormon sebelumnya,” papar Agil.

Dia pun menyarankan untuk menghindari pemakaian parfum di area-area yang berkenaan langsung dengan sistem hormon, seperti leher dan ketiak. Jika memungkinkan, pakailah parfum di pakaian dan bukan langsung di atas kulit. Memilih parfum dengan kandungan bebas phthalate dan paraben juga bisa kamu lakukan, Ladies.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi: Tak Ada Ibu dan Anak, Hanya Sopir dan Kekasihnya di Mobil Cayla Ugal-ugalan
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Organisasi Energi Tidak Boleh Jadi Alat Tekanan Proyek
• 23 jam laludisway.id
thumb
Divonis 9 Tahun Penjara di Kasus Pertamina, Riva Siahaan: Saya Tak Pernah Menyesal Mengabdi
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Bukber di Rujab, Fairid Tekankan Istiqomah Hingga Angelina Sondakh Berbagi Kisah Hijrah
• 2 jam lalueranasional.com
thumb
Siap Mudik ala Mitsubishi Xpander, Nyaman di Kabin, Tangguh di Luar!
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.