AS Desak Iran Bongkar Situs Nuklir dan Serahkan Seluruh Stok Uranium

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Jenewa: Tim negosiator Amerika Serikat (AS) mengajukan tuntutan keras dalam putaran ketiga perundingan nuklir dengan Iran di Jenewa.

Washington mendesak Teheran untuk membongkar fasilitas nuklir utamanya dan menyerahkan seluruh stok uranium yang diperkaya sebagai syarat kesepakatan permanen tanpa batas waktu.

Laporan Wall Street Journal menyebutkan bahwa AS menekan Iran untuk menutup tiga situs nuklir utama di Fordow, Natanz, dan Isfahan. Selain itu, Teheran diminta menyerahkan sekitar 10.000 kilogram cadangan uranium yang diperkaya untuk ditransfer ke Amerika Serikat.

Washington menegaskan kebijakan toleransi nol terhadap pengayaan uranium di Iran. Meski demikian, negosiator AS mengisyaratkan kemungkinan izin terbatas bagi Iran untuk mengoperasikan satu reaktor di Teheran dengan tingkat pengayaan sangat rendah, khusus untuk keperluan medis.

Berbeda dengan kesepakatan sebelumnya, AS kali ini menuntut agar perjanjian bersifat permanen tanpa ada klausul kedaluwarsa. Sebagai imbalannya, Washington hanya menawarkan pelonggaran sanksi minimal di awal, dengan janji konsesi tambahan jika Iran terbukti patuh dalam jangka panjang.

Laporan Axios, Jumat 27 Februari 2026 mengungkapkan bahwa perundingan di Jenewa berlangsung dalam dua format, yakni secara langsung dan tidak langsung, meskipun kedua belah pihak belum memberikan pernyataan resmi terkait saluran komunikasi langsung tersebut.

AS dilaporkan menunjukkan sedikit fleksibilitas terkait hak pengayaan Iran, asalkan Teheran mampu membuktikan tidak ada celah menuju pengembangan senjata nuklir.

Meski Washington memiliki agenda untuk membatasi program rudal balistik dan dukungan Iran terhadap kelompok proksi di kawasan, isu-isu tersebut dikesampingkan sementara demi fokus pada penyelesaian berkas nuklir.

Sesi di Jenewa ini tercatat sebagai putaran terlama di bawah mediasi Oman, berlangsung lebih dari tiga setengah jam dan masih akan berlanjut. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menggambarkan suasana pertemuan intens dan serius, di mana kedua pihak telah mengajukan proposal praktis yang signifikan.

Namun, pihak Teheran juga mencatat adanya pernyataan yang kontradiktif dari sejumlah pejabat AS selama proses berlangsung. Hingga berita ini diturunkan, pihak Amerika Serikat belum memberikan pernyataan resmi mengenai detail tuntutan yang bocor ke media tersebut.

(Kelvin Yurcel)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kecelakaan Beruntun 3 Kendaraan di Pamulihan Sumedang, 8 Orang Luka-Luka
• 11 jam lalurctiplus.com
thumb
MTQ Kabupaten Empat Lawang Meriah, Warga Tumpah Ruah Dukung Generasi Qurani
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Perjalanan Terjal Pakde Prayogo dari Kursi Dosen ke Dunia Skincare
• 3 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Telkomsel Siaga Ramadan dan Idulfitri 2026
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkes Tak Ingin RSUD Bima Jadi Rujukan Regional: Mahal, Kasihan Keluarga Pasien
• 7 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.