Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan tarif resiprokal Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia kini mengikuti tarif global sebesar 15 persen yang ditetapkan Presiden AS Donald Trump, naik dari sebelumnya 10 persen.
“Tarif, kan, tarif global 15 persen, maka yang berlaku (bagi Indonesia) adalah tarif global yang 15 persen,” kata Airlangga saat ditemui usai konferensi pers di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta Selatan, Jumat (27/2).
Airlangga menegaskan, seluruh ketentuan Agreement on Reciprocal Trade (ART) tidak dibatalkan karena baru akan berlaku setelah 90 hari serta melalui proses ratifikasi. Ia juga memastikan tarif bea masuk Indonesia yang semula 19 persen telah disesuaikan menjadi 15 persen.
“(Indonesia) dapat diskon jadi 15 persen,” lanjut Airlangga.
Airlangga juga memastikan tarif untuk 1.819 komoditas yang berada di level 0 persen tetap tidak mengalami perubahan.
“Tetap 0 persen,” tuturnya.
Katanya, kebijakan tarif 0 persen untuk 1.819 komoditas tersebut diharapkan dapat mendorong ekspansi pasar karena sektor-sektor tersebut merupakan andalan RI.
“Ya, kalau biaya masuk 0 (persen) untuk sektor yang 1.600 lebih itu kan salah satu andalan kita. Jadi diharapkan marketnya bisa ekspansi,” ucap Airlangga.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump Trump menaikkan tarif global menjadi 15 persen dari 10 persen, usai Mahkamah Agung AS membatalkan tarif resiprokal karena dinilai ilegal.
“Saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, akan, efektif segera, menaikkan tarif seluruh dunia 10 persen pada negara-negara, banyak di antaranya telah 'merobek' AS selama beberapa dekade, tanpa pembalasan (sampai saya datang!), ke tingkat 15 persen yang diizinkan sepenuhnya, dan diuji secara legal,” kata Trump dalam unggahannya di Truth Social dikutip dari Bloomberg, Jumat (27/2).
Trump kukuh mempertahankan agenda perdagangan agar sesuai keinginannya. Trump menilai, tarif 10 persen tidak cukup, meskipun pada hari sebelumnya dia mengatakan “setiap hal yang saya katakan hari ini sudah dijamin pasti.”
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Trump secara resmi meneken kesepakatan Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington, D.C. pada Kamis (19/2) waktu setempat. Melalui penandatanganan ini, sejumlah komoditas asal Indonesia yang masuk ke pasar AS awalnya diberlakukan tarif timbal balik sebesar 19 persen.





