FAJAR, SURABAYA –Euforia kemenangan belum sepenuhnya reda di Surabaya ketika kabar dari Bandung datang membawa tekanan baru. Di saat Persebaya Surabaya mulai menemukan kembali ritme kemenangan, rival yang akan mereka hadapi justru sedang berada dalam bentuk paling menakutkan musim ini.
Persib Bandung tidak sekadar menang. Mereka mengirim pesan keras kepada seluruh pesaing gelar.
Kemenangan 5-0 atas Madura United FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi pertunjukan dominasi yang nyaris sempurna—tajam di depan, solid di belakang, dan stabil secara mental.
Dan kini, arah kompetisi seolah mengerucut pada satu laga: Persebaya versus Persib di Gelora Bung Tomo.
Mesin Gol Persib Mulai Panas
Sejak awal pertandingan, Persib tampil seperti tim yang tahu persis apa yang mereka inginkan: mengunci pertandingan secepat mungkin.
Penyerang Brasil Ramon Tanque membuka keran gol pada menit ke-13 sebelum menggandakannya di menit ke-33. Dua gol cepat itu meruntuhkan struktur permainan Madura United bahkan sebelum mereka sempat menemukan ritme.
Gol ketiga dari Uilliam Barros tepat sebelum turun minum membuat pertandingan praktis selesai lebih cepat dari jadwal.
Babak kedua hanya menjadi panggung konfirmasi dominasi.
Pelatih Bojan Hodak melakukan rotasi, memasukkan Andrew Patrick Jung, yang kemudian mencetak gol keempat. Pesta ditutup oleh Frans Putros pada menit ke-89.
Skor 5-0 bukan sekadar kemenangan besar. Itu adalah deklarasi kekuatan.
Benteng GBLA dan Mental Juara
Salah satu faktor paling menentukan musim Persib adalah kekuatan kandang. Hingga pekan ke-23, Maung Bandung menyapu bersih 12 laga kandang dengan kemenangan.
Gelandang muda Beckham Putra Nugraha menyebut atmosfer Stadion Gelora Bandung Lautan Api sebagai energi tambahan yang membuat tim tampil lebih percaya diri.
Persib kini memimpin klasemen dengan 53 poin dan memperpanjang tren tak terkalahkan menjadi 10 pertandingan. Enam kemenangan beruntun membuat mereka terlihat seperti tim yang sudah menemukan momentum juara.
Namun justru di titik inilah ujian sesungguhnya menanti.
Karena berikutnya, mereka harus meninggalkan kenyamanan kandang.
Persebaya dan Momentum yang Baru Tumbuh
Di sisi lain, Persebaya datang dengan cerita berbeda. Mereka tidak sedang dominan, tetapi sedang bangkit.
Kemenangan tipis atas PSM Makassar mengembalikan rasa percaya diri skuad Green Force. Permainan mulai lebih disiplin, pertahanan terlihat stabil, dan organisasi tim semakin rapi.
Masalahnya, menghadapi Persib berarti menghadapi tim paling konsisten di liga saat ini.
Jika Persib adalah mesin yang sudah stabil, Persebaya adalah tim yang baru menemukan kembali identitasnya.
Pertemuan ini bukan sekadar laga pekan ke-24.
Ini adalah tes legitimasi.
Apakah Persebaya benar-benar siap masuk perburuan gelar, atau sekadar penonton di papan atas?
Pertandingan yang Bisa Mengubah Arah Musim
Bagi Persib, kemenangan di Surabaya akan memperlebar jarak dari para pesaing dan memperkuat narasi menuju gelar.
Bagi Persebaya, kemenangan justru memiliki makna lebih besar: membuka kembali mimpi juara yang sempat meredup.
Sepak bola sering berubah bukan karena satu musim, tetapi karena satu malam.
Dan laga di Gelora Bung Tomo berpotensi menjadi malam itu.
Jika Persebaya mampu menghentikan laju Persib, kompetisi kembali terbuka. Namun jika Maung Bandung kembali menang, pesan yang tersisa akan jelas—perlombaan menuju trofi mungkin sudah memasuki fase tak terkejar.
Kini, seluruh mata tertuju ke Surabaya.
Karena di sana, bukan hanya tiga poin yang dipertaruhkan.
Melainkan arah gelar Super League musim ini.





