Moskow (ANTARA) - Putaran ketiga perundingan antara AS dan Iran terkait program nuklir Iran di Jenewa berakhir tanpa kesepakatan, karena kedua pihak belum mencapai konsensus terkait isu-isu utama, menurut Wall Street Journal, mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut.
Selama perundingan tersebut, para pejabat AS menuntut agar Iran menghancurkan fasilitas nuklirnya di Fordow, Natanz, dan Isfahan, serta mentransfer semua uranium yang diperkaya sisanya ke AS, kata sumber tersebut.
Iran menolak gagasan memindahkan cadangan uraniumnya ke luar negeri dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penghentian operasi pengayaan uranium, pembongkaran fasilitas nuklir, dan pemberlakuan pembatasan pada programnya, menurut laporan surat kabar tersebut.
Iran dan AS telah mengadakan tiga putaran perundingan terkait isu nuklir Iran.
Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara delegasi AS dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff. Saat ini, kedua pihak tengah menyusun proposal untuk kemungkinan kesepakatan.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "armada besar" tengah menuju Iran, dan menambahkan bahwa dirinya berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang "adil dan setara."
Pemimpin AS itu mengingatkan bahwa pada Juni 2025, AS telah menyerang fasilitas nuklir Iran sebagai bagian dari Operasi Midnight Hammer.
Dia mengatakan bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih buruk, sehingga menyerukan agar hal itu tidak dibiarkan terjadi.
Sumber: Sputnik-OANA
Selama perundingan tersebut, para pejabat AS menuntut agar Iran menghancurkan fasilitas nuklirnya di Fordow, Natanz, dan Isfahan, serta mentransfer semua uranium yang diperkaya sisanya ke AS, kata sumber tersebut.
Iran menolak gagasan memindahkan cadangan uraniumnya ke luar negeri dan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap penghentian operasi pengayaan uranium, pembongkaran fasilitas nuklir, dan pemberlakuan pembatasan pada programnya, menurut laporan surat kabar tersebut.
Iran dan AS telah mengadakan tiga putaran perundingan terkait isu nuklir Iran.
Delegasi Iran dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, sementara delegasi AS dipimpin oleh utusan khusus Steve Witkoff. Saat ini, kedua pihak tengah menyusun proposal untuk kemungkinan kesepakatan.
Bulan lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "armada besar" tengah menuju Iran, dan menambahkan bahwa dirinya berharap Teheran akan setuju untuk bernegosiasi dan menandatangani kesepakatan yang "adil dan setara."
Pemimpin AS itu mengingatkan bahwa pada Juni 2025, AS telah menyerang fasilitas nuklir Iran sebagai bagian dari Operasi Midnight Hammer.
Dia mengatakan bahwa serangan berikutnya akan jauh lebih buruk, sehingga menyerukan agar hal itu tidak dibiarkan terjadi.
Sumber: Sputnik-OANA





