VIVA –Beberapa golongan orang memang tidak diperbolehkan menjalankan puasa Ramadan, salah satunya adalah wanita yang sedang haid.
Berbicara mengenai haid dan ramadan, banyak wanita kemudian bertanya soal hukum berpuasa setelah haid, terutama jika mereka belum sempat mensucikan diri sebelum adzan Subuh. Ada anggapan umum bahwa mandi terlebih dahulu sebelum Subuh wajib dilakukan agar puasa sah.
Misalnya, adzan Subuh hari ini berkumandang pukul 04.30 WIB, sementara pada pukul 04.15 WIB belum mandi besar untuk mensucikan diri. Lalu, bagaimana hukumnya? Apakah puasanya tetap sah?
Melansir saluran YouTube NU Online, dijelaskan bahwa dicatatkan oleh ulama bahwasanya ’saat darah haid itu berhenti, semuanya itu masih berjalan’. Apa yang diharamkan pada saat orang haid itu masih berlaku kecuali dua hal salah satunya adalah puasa.
”Simpelnya Andai misalkan waktu subuh itu jam 04.30 kemudian jam 04.25 Anda bisa memastikan darah haid itu sudah berhenti, ya sudah tinggal niat berpuasa. Masalah mandi itu pada saat Anda mau melaksanakan solat itu baru nanti dibutuhkan mandi wajib,” jelas Gus Chabib Thowas Ainul Yaqin dikutip Jumat 27 Februari 2026.
Dia menjelaskan lebih lanjut bahwa jika seseorang meniatkan puasa setelah haid atau sebelum mandi wajib, hal itu tidak masalah. Kata dia, yang penting adalah saat darah berhenti, baik itu nifas maupun haid, orang tersebut sudah berniat dan kemudian menjalankan puasa Ramadan.
”Kalau masalah di kemudian meniatkan puasa dalam kondisi haid atau belum mandi wajib nggak masalah yang penting fokusnya saat darah itu berhenti baik itu nifas atau haid ya sudah niat kemudian menjalankan puasa,” kata dia.
Ada hal penting yang perlu diperhatikan terkait puasa setelah haid atau nifas, terutama soal waktu darah berhenti. Jika darah berhenti sebelum Subuh, meskipun belum sempat mandi besar, puasa tetap bisa dilanjutkan karena sejak fajar hingga matahari terbenam, tubuh sudah dianggap suci.
Namun, berbeda halnya jika darah baru berhenti beberapa menit setelah fajar. Dalam kondisi ini, masih ada bagian waktu di mana puasa tidak diperbolehkan karena Anda belum sepenuhnya suci. Jadi, waktu berhentinya darah menjadi faktor penting untuk menentukan kapan puasa bisa sah dijalankan.





