- Mahasiswa UI dan UPNVJ tuntut keadilan kematian Arianto Tawakal di Mabes Polri.
- Aksi di Trunojoyo desak pencopotan Kapolri dan percepatan reformasi total institusi Polri.
- Polda Metro Jaya siagakan tiga ribu personel amankan demo mahasiswa di Jakarta.
Suara.com - Ratusan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) memadati area depan Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026) sore. Massa yang mengenakan jaket almamater kuning dan hijau ini datang membawa berbagai atribut protes, mulai dari poster hingga spanduk tuntutan.
Di barisan depan, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Tegakkan Supremasi Sipil” dan “Kosongkan Kelas, Kuliah di Jalan”. Di tengah kerumunan, sejumlah peserta aksi juga mengangkat poster bertuliskan “Reformasi Polri”, “Justice for Arianto Tawakal”, serta poster bergambar korban dengan narasi “Polisi Membunuhmu”.
Teriakan mosi tidak percaya berulang kali menggema di sepanjang Jalan Trunojoyo. Aksi ini merupakan bentuk tuntutan atas pertanggungjawaban hukum terkait kematian Arianto Tawakal (14), pelajar asal Kota Tual, Maluku, yang diduga tewas setelah dianiaya oleh oknum anggota Brimob, Bripda Masias Siahaya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai berdatangan sejak pukul 16.10 WIB di titik yang telah dilokalisasi pihak kepolisian.
Lima Tuntutan Utama Mahasiswa
Perwakilan BEM UI, Hafidz Hernanda, menyampaikan lima poin tuntutan utama yang dibawa dalam aksi demonstrasi ini:
1. Mendesak penjatuhan hukuman pidana seberat-beratnya kepada oknum polisi pembunuh Arianto Tawakal dan aparat pelaku tindakan represif.
2. Mendesak pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri serta Irjen Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku.
3. Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi.
4. Menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan personel Polri dari jabatan sipil.
5. Menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri.
3.093 Personel Disiagakan
Guna mengawal jalannya aksi, Polda Metro Jaya mengerahkan sedikitnya 3.093 personel. Aparat ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar objek vital nasional dan pusat aktivitas masyarakat di kawasan Kebayoran Baru.
Baca Juga: Demo di Mabes Polri! Polisi Minta Mahasiswa Waspada Penunggang Gelap dan Tak Mudah Terprovokasi
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis tanpa penggunaan senjata api. Pihak kepolisian juga mengimbau agar massa aksi tetap tertib dan tidak terpengaruh oleh provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.




