Ratusan Mahasiswa UI dan UPNVJ Mulai Datang! 'Polisi Pembunuh' Menggema di Depan Mabes Polri

suara.com
3 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Mahasiswa UI dan UPNVJ tuntut keadilan kematian Arianto Tawakal di Mabes Polri.
  • Aksi di Trunojoyo desak pencopotan Kapolri dan percepatan reformasi total institusi Polri.
  • Polda Metro Jaya siagakan tiga ribu personel amankan demo mahasiswa di Jakarta.

Suara.com - Ratusan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) memadati area depan Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (27/2/2026) sore. Massa yang mengenakan jaket almamater kuning dan hijau ini datang membawa berbagai atribut protes, mulai dari poster hingga spanduk tuntutan.

Di barisan depan, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “Tegakkan Supremasi Sipil” dan “Kosongkan Kelas, Kuliah di Jalan”. Di tengah kerumunan, sejumlah peserta aksi juga mengangkat poster bertuliskan “Reformasi Polri”, “Justice for Arianto Tawakal”, serta poster bergambar korban dengan narasi “Polisi Membunuhmu”.

Teriakan mosi tidak percaya berulang kali menggema di sepanjang Jalan Trunojoyo. Aksi ini merupakan bentuk tuntutan atas pertanggungjawaban hukum terkait kematian Arianto Tawakal (14), pelajar asal Kota Tual, Maluku, yang diduga tewas setelah dianiaya oleh oknum anggota Brimob, Bripda Masias Siahaya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, massa mulai berdatangan sejak pukul 16.10 WIB di titik yang telah dilokalisasi pihak kepolisian.

Ratusan mahasiswa dari Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) melakukan aksi unjuk rasa di depan Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (27/2/2026) sore. [Suara.com/Yasir]

Lima Tuntutan Utama Mahasiswa

Perwakilan BEM UI, Hafidz Hernanda, menyampaikan lima poin tuntutan utama yang dibawa dalam aksi demonstrasi ini:

1. Mendesak penjatuhan hukuman pidana seberat-beratnya kepada oknum polisi pembunuh Arianto Tawakal dan aparat pelaku tindakan represif.
2. Mendesak pencopotan Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari jabatan Kapolri serta Irjen Dadang Hartanto dari jabatan Kapolda Maluku.
3. Menuntut pembebasan seluruh tahanan politik yang dikriminalisasi.
4. Menuntut penegakan batasan kewenangan dan penarikan personel Polri dari jabatan sipil.
5. Menuntut hasil konkret Reformasi Polri secara struktural, kultural, dan instrumental dari Komisi Percepatan Reformasi Polri.

3.093 Personel Disiagakan

Guna mengawal jalannya aksi, Polda Metro Jaya mengerahkan sedikitnya 3.093 personel. Aparat ditempatkan di sejumlah titik strategis, termasuk di sekitar objek vital nasional dan pusat aktivitas masyarakat di kawasan Kebayoran Baru.

Baca Juga: Demo di Mabes Polri! Polisi Minta Mahasiswa Waspada Penunggang Gelap dan Tak Mudah Terprovokasi

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menegaskan bahwa pengamanan dilakukan dengan pendekatan humanis tanpa penggunaan senjata api. Pihak kepolisian juga mengimbau agar massa aksi tetap tertib dan tidak terpengaruh oleh provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vonis 10 Tahun Penjara: Agus Purwono 'Lolos' dari Tuntutan Maksimal Kasus Korupsi Tata Kelola Minyak
• 9 jam lalusuara.com
thumb
BPK Memulai Pemeriksaan Terperinci atas Laporan Keuangan Bank Indonesia dan LPS Tahun 2025
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Eks Dirut Pertamina Yoki Firnandi Divonis 9 Tahun Penjara, Terbukti Korupsi Tata Kelola Minyak Mentah
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Rekam Jejak Laba BRI dalam 18 Tahun: dari Rp6 T Kini Tembus Rp 57 T
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemnaker Buka Program Pelatihan Vokasi Nasional untuk Lulusan SMA dan SMK, Bidik 70 Ribu Peserta
• 1 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.