Kasatgas PRR Fokus Percepat Pemulihan di Wilayah Prioritas Pascabencana

mediaindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita

KETUA Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan progres terkini pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Tito mengatakan kendati masih terdapat sejumlah kabupaten yang membutuhkan atensi penanganan lanjutan, kondisi di sebagian besar wilayah terdampak bencana kini berangsur normal. 

Ia menyampaikan dari 52 kabupaten terdampak, 38 di antaranya sudah normal dan 3 di antaranya berstatus mendekati normal. Masih terdapat 11 daerah kabupaten di tiga provinsi terdampak bencana Sumatra yang memerlukan atensi khusus.

"Sudah banyak kemajuan luar biasa selama 2,5 bulan ini. Namun, ada juga yang perlu terus kita kejar untuk kita selesaikan," kata Tito.

Baca juga : Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad Minta Bea Cukai Segera Buka Akses Bantuan Diaspora Aceh dari Malaysia

Hal itu diungkapkan Tito saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat (27/2/2026).

Tito menjelaskan 11 kabupaten yang berstatus atensi khusus antara lain Padang Pariaman, Agam, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Pidie Jaya. Semua daerah tersebut memerlukan percepatan pemulihan berbagai indikator, mulai dari pemulihan sektor layanan publik, sarana, dan prasarana pendidikan dan kesehatan, akses darat, ekonomi, sosial, hingga indikator dasar lain.

"Indikator dasar lain yang sangat penting yaitu (pasokan) BBM dan SPBU, air minum internet, gas elpiji, serta pembuangan air, sampah, dan normalisasi sungai," kata Tito.

Baca juga : Mendagri Tito Karnavian Ungkap Skema Bansos Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar

Tito menegaskan akan mempercepat rehabilitasi 11 daerah berstatus atensi khusus, mulai dari pembersihan lumpur, pemulihan akses darat daerah terisolasi, normalisasi sungai, dan pembersihan puing sisa banjir bandang serta longsor yang masih menumpuk di beberapa daerah. Oleh karena itu, dia meminta lintas sektor tidak mengurangi intensitas kerja personel di lapangan untuk memulihkan daerah yang berstatus atensi khusus.

"Personel sudah mulai berkurang. Ini yang harus kita waspadai supaya tidak terjadi slow down, tidak menjadi menurun kecepatan kita karena jumlah personel ada yang mulai ditarik," kata Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito menyampaikan apresiasi kepada seluruh institusi yang terlibat, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, TNI, Polri, dan lainnya, yang bekerja keras memulihkan akses jalan nasional dan jalan provinsi dan kabupaten serta jembatan penghubung untuk mendukung pasokan logistik.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusian dan Kebudyaan Praktikno; Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago; Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Koordinator  Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar; Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy; dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Sarah Sadiqa.

Selain itu, hadir secara virtual Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto; serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria. (RO/I-2)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sasar Milenial dan Gen Z, Prudential Rilis Asuransi PRUMapan dengan Premi Mulai Rp200.000
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Hampir Semusim Nomor Punggung 8 di Red Sparks Masih Kosong, Ko Hee-jin Percaya Megawati Hangestri akan Comeback?
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Lawatan ke AS, Yordania, dan PEA
• 19 jam lalutvrinews.com
thumb
Tarif Anti-Subsidi AS Ancam Ekspor Panel Surya, RI Diminta Lakukan Diplomasi Dagang
• 12 jam lalukompas.id
thumb
BPKN Dukung Langkah BGN Evaluasi MBG Selama Ramadan
• 16 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.