Klarifikasi Indy Barends Soal Kondisi Mental Anaknya yang Ngerasa Diabaikan Orang Tua

viva.co.id
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Nama Indy Barends tengah menjadi sorotan publik setelah sang putra, Manuel Tobias Sarmanella, mengunggah pernyataan di media sosial yang menyinggung kondisi mentalnya. 

Dalam unggahan tersebut, Manuel mengaku merasa tidak didengar dan kurang mendapatkan ruang untuk menyampaikan pendapatnya kepada sang ibu. Curahan hati itu pun dengan cepat viral dan memicu beragam reaksi dari publik. Scoll lebih lanjut yuk!

Baca Juga :
Indy Barends Sindir Pedas Netizen di Tengah Isu ART Kabur Gegara Gaji Tak Sampai Rp 3 Juta
Terpopuler: Gaji ART Indy Barends, Baim Wong-Paula Verhoeven Pisah Ranjang?

Manuel secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya kerap menahan diri untuk berbicara karena takut respons yang diterima tidak sesuai dengan harapannya. 

Ia merasa opininya sering kali tidak mendapat tempat. Unggahan tersebut memancing simpati sekaligus menimbulkan tanda tanya mengenai kondisi hubungan ibu dan anak tersebut.

Menanggapi polemik yang berkembang, Indy Barends akhirnya memberikan penjelasan saat tampil dalam program Rumpi yang dipandu oleh Feni Rose. 

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan bahwa persoalan yang terjadi lebih disebabkan oleh perbedaan cara komunikasi antara orang tua dan anak di era sekarang, bukan karena pengabaian seperti yang dipersepsikan publik.

Menurut Indy Barends, salah satu pemicu kesalahpahaman adalah perbedaan sensitivitas terhadap intonasi suara. Ia mencontohkan situasi sederhana dalam keseharian.

"Anak sekarang ditanya, ‘kamu udah makan belum,’ nggak dijawab. Pas naik tone sedikit, ‘kamu udah makan belum,’ buat mereka itu sudah dianggap marah,” jelas Indy Barends, mengutip tayangan YouTube, Jumat 27 Februari 2026.

Ia menyadari bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki kepekaan yang berbeda terhadap nada bicara. Hal yang bagi orang tua terdengar biasa saja, bisa dimaknai berbeda oleh anak-anak seusia Manuel.

Dari peristiwa ini, Indy Barends mengaku banyak melakukan refleksi diri. Ia memahami bahwa pola komunikasi yang panjang dan cenderung menggurui tidak lagi efektif. Justru, penyampaian pesan yang singkat, lugas, dan disertai alasan yang jelas lebih mudah diterima.

"Ternyata anak seperti Manuel, kalau ngomong intinya saja, lalu jelaskan alasannya, itu lebih diterima,” tuturnya.

Selain itu, Indy juga menyinggung soal kebiasaan membandingkan anak dengan orang lain, yang rupanya menjadi salah satu hal yang tidak disukai Manuel. Ia mengakui pentingnya menghargai perasaan tersebut dan berusaha memperbaiki pendekatannya dalam mendidik anak.

Baca Juga :
Sambil Nangis, Indy Barends Pesan ke ART yang Pergi: Mari Kita Berhubungan dengan Sangat Baik
ART Indy Barends Ungkap Gaji Tak Sampai Rp3 Juta, Pilih Pergi Meskipun Sudah Kerja 4 Tahun
Indy Barends Anggap Penting Punya Asuransi Jiwa: Saya Bukan Kucing yang Nyawanya Banyak

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Waduh! PSSI Kena Sanki Lagi dari AFC: Melanggar Regulasi Pertandingan Internasional
• 4 jam laludisway.id
thumb
Polres Aceh Barat Periksa 30 Terduga Pelaku Pembakaran Lahan
• 21 jam lalurepublika.co.id
thumb
Analisis SBY Soal Peluang Perang Iran-AS, dan Peringatan ke Amerika Lihat Pengalaman Pahit di Irak
• 58 menit lalurepublika.co.id
thumb
Momen Polisi Kawal Demo Mahasiswa di Mabes Polri
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kemensos Salurkan Bantuan Jadup ke Korban Bencana di Bener Meriah
• 23 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.