JAKARTA, KOMPAS.com - Nani Sutra Sitorus (38), perempuan yang viral karena tidak mau membayar makanan, sudah sering diadukan oleh warga karena perilakunya yang meresahkan.
Selain itu, Nani juga sering naik ojek tanpa membayar.
"Jadi pihak Kasatpel Sosial Gambir mendapatkan aduan warga masyarakat, termasuk dari Bimas, Babinsa Kelurahan Kebon Kelapa, berikut PPSU," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Gambir, Diana Ilham Mukim, saat dihubungi Kompas.com, Jumat (27/8/2026).
Baca juga: Dinsos Jakpus Ungkap Identitas Perempuan Viral yang Sering Tak Bayar Ojol dan Makan
"Bahwa si ibu tersebut, bahwa yang bersangkutan sering datang ke situ, naik ojek, naik motor enggak bayar, kemudian kadang makan di McD (McDonald's) enggak bayar," imbuh dia.
Pada Kamis (26/2/2026) Satgas Pelayanan, Pengawasan dan Pengendalian Sosial (P3S) Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Jakarta Pusat datang ke lokasi restoran McDonald's Hayam Wuruk.
Kedatangan Satgas karena laporan dari pihak restoran bahwa ada perempuan yang mengambil makanan dari pengunjung.
"Karena orang P3S tidak membawa kendaraan operasional, hanya menggunakan motor, akhirnya dibawa ramai-ramai ke Kelurahan Kebon Kelapa," tutur Ilham.
"Akhirnya anggota saya datang ke Kelurahan Kebon Kelapa yang tugas di Kebon Kelapa, yang piket," lanjut dia.
Baca juga: Akhirnya Ditangkap, Perempuan Viral Sering Tak Bayar Makan Dibawa ke Rumah Sakit Jiwa
Perilaku agresif
Di kantor Kelurahan Kebon Kelapa, Nani diinterogasi oleh petugas P3S dan Satpol PP.
Namun, jawaban dari Nina berbelit-belit.
"Si ibu itu setiap ditanya susah, ini begini, ngalor-ngidul enggak nyambung lah kasarnya kan. Akhirnya anggota saya, bertanya kepada si ibu, kepada si ibu itu pertanyaannya, 'Katanya Ibu kooperatif?'," jelas Ilham.
"Dalam Instagram kan ada tuh, 'Kan kalau Ibu kooperatif, tolong tunjukkan KTP-nya biar nanti kami antarkan ke keluarga Ibu sesuai dengan domisili KTP Ibu,' begitu. Hanya itu pertanyaan dari anggota saya," lanjut dia.
Setelah itu, pihak P3S melakukan pengamatan.
Berdasarkan pengamatan dari interogasi yang dilakukan, terindikasi Nina berperilaku agresif.
"Kemudian, yang bersangkutan dibawa ke Rumah Sakit Khusus Duren Sawit. Karena terindikasi si ibu tersebut terlalu agresif atau membahayakan lah," tutur Nina.