JAKARTA, KOMPAS.com - Eks calon presiden pada Pemilihan Presiden 2024 Anies Baswedan menilai langkah organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat yang mendeklarasikan diri menjadi partai politik masih membutuhkan proses panjang.
“Ya perjalanan masih panjang,” ujar Anies saat menghadiri acara syukuran HUT ke-1 Gerakan Rakyat, Jumat (27/2/2026).
Pernyataan itu disampaikan Anies ketika ditanya pandangannya terkait keputusan Gerakan Rakyat bertransformasi menjadi partai politik, sekaligus kemungkinan dirinya bergabung sebagai kader.
Baca juga: Kata Surya Paloh soal Buka Puasa Bareng Anies, Apakah Bahas Pilpres 2029?
Namun, Anies enggan menjawab secara tegas saat ditanya apakah dirinya akan menjadi kader Gerakan Rakyat atau tidak ketika nanti resmi menjadi partai politik.
“Tadi sudah dijawab,” ucap mantan gubernur DKI Jakarta itu.
Sementara itu, Ketua Umum Partai Gerakan Rakyat Sahrin Hamid mengatakan, struktur kepengurusan partai saat ini masih terbatas dan belum sepenuhnya terbentuk.
“Terkait dengan struktur, kami belum sampai kepada struktur yang… karena kita baru memiliki yang kita sebut dengan struktur teritori. Jadi baru ada Dewan Pimpinan Pusat, baru ada Dewan Pimpinan Wilayah, Dewan Pimpinan Daerah, dan Dewan Pimpinan Cabang atau Dewan Pimpinan di tingkat Kecamatan,” kata Sahrin.
Baca juga: Gerakan Rakyat Usul Ambang Batas Parlemen 0 Persen agar Tak Ada Suara Terbuang
Dia menjelaskan, struktur yang ada saat ini disusun untuk memenuhi persyaratan administrasi, termasuk kebutuhan pelaporan ke Kementerian Hukum dan HAM.
“Jadi kami belum mengembangkan struktur apa pun. Jadi baru struktur yang kami sudah siapkan untuk pelaporan ke Kemenkumham misalnya,” ujar Sahrin.
Menurut dia, hingga kini baru dua elemen yang disiapkan di tingkat pusat.
“Jadi baru ada Dewan Pimpinan Pusat. Dewan Pimpinan Pusat, belum ada yang lain, plus Mahkamah Partai. Baru dua elemen struktur yang diusulkan. Karena dua ini dimintakan, disyaratkan oleh perundang-undangan. Sehingga yang baru kami susun adalah Dewan Pimpinan Pusat dan Mahkamah Partai. Itu dua,” tutur Sahrin.
Baca juga: Gerakan Rakyat Pendukung Anies Ingin Jadi Parpol, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Gerakan Rakyat jadi partai politikDiberitakan sebelumnya, Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri sebagai partai politik bernama Partai Gerakan Rakyat dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I di Hotel Aryaduta, Jakarta, Minggu (18/1/2026).
Pimpinan Sidang Rakernas Gerakan Rakyat Muhammad Ridwan mengatakan, keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah mufakat seluruh peserta Rakernas yang mewakili Dewan Pimpinan Wilayah dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Ketiga, mengamanatkan kepada Ketua Umum terpilih Partai Gerakan Rakyat, Saudara Sahrin Hamid, untuk membentuk, melengkapi, dan menyempurnakan struktur organisasi Partai Politik Gerakan Rakyat di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia sesuai dengan visi, misi, prinsip, dan karakter Gerakan Rakyat,” ujar Ridwan.
Baca juga: Anies Baswedan Diduga Diawasi Intel TNI, Gerakan Rakyat Buka Suara
Dalam forum itu, Sahrin Hamid juga ditetapkan sebagai ketua umum partai untuk masa bakti 2026–2031.
Ridwan menegaskan, seluruh keputusan Rakernas telah disahkan dan ditandatangani dalam berita acara.
“Dengan demikian sah Bung Sahrin Hamid sebagai Ketua Partai Politik Gerakan Rakyat,” kata dia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




